Atar, Desa Pencetak Pengusaha Fotokopi Sukses di Indonesia

Atar, Desa Pencetak Pengusaha Fotokopi Sukses di Indonesia
Penampakan Tugu Photocophy di Desa Atar. (Twitter/ririnyz via Liputan6)

Berawal dari kesuksesan seorang warga membuka bisnis fotokopi di perantauan, banyak anak muda di desa ini yang mencoba peruntungan serupa. Nama desa ini Atar. Banyak pengusaha fotokopi sukses di kota perantauan berasal dari tempat ini. 

Inibaru.id – Ada satu desa yang sebagian penduduknya menjadi pengusaha fotokopi di berbagai kota di Indonesia, yaitu Atar di Sumatera Barat. Mereka bahkan membangun tugu berbentuk mesin fotokopi lo. Rupanya, kebanyakan anak muda sana yang lulus sekolah memilih untuk pergi merantau. Uniknya, mereka akan cenderung memilih bekerja di usaha fotokopi atau toko alat tulis.

Setelah bekerja cukup lama dan mendapatkan modal cukup, mereka akan membuka toko atau usaha fotokopi sendiri. Karena pilihan ini begitu umum, nggak mengherankan jika banyak orang Atar yang memiliki kios fotokopi di Sumatera dan Jawa. Kalau di Atar, kebanyakan warganya berprofesi sebagai petani.

Membangun Tugu Fotokopi

Kesuksesan para perantau dari desa ini bukan isapan jempol belaka, Millens. Di Desa Atar bahkan dibangun sebuah tugu berbentuk mesin fotokopi sebagai bukti kesuksesan mereka di bidang ini. Bangunan yang diberi nama Tugu Photocophy ini dijadikan simbol pemersatu para perantau dari Atar.

Pembangunan tugu ini adalah buah dari kesepakatan warga dengan para pengusaha fotokopi. Konon, pengerjaan tugu ini memakan bujet yang nggak sedikit dan waktu yang nggak sebentar lo. Sebanyak Rp 30 juta sampai dikeluarkan untuk pembangunan tugu. Meski mahal, biaya ini nggak terbuang percuma. Hanya di Atar kamu bisa menemukan tugu berbentuk mesin fotokopi.

Berawal dari Satu Perantau

Perantau dari Atar terinspirasi kisah H Yuskar yang sukses membuka usaha fotokopi di perantauan. (Wowkeren)
Perantau dari Atar terinspirasi kisah H Yuskar yang sukses membuka usaha fotokopi di perantauan. (Wowkeren)

Banyaknya perantau asal Atar yang memilih menjadi pengusaha fotokopi terinspirasi dari kisah H Yuskar. Dia merupakan perantau pertama dari Atar yang sukses dengan usaha alat tulis dan fotokopi. Ceritanya, dulu H Yuskar nekat merantau ke Bandung dengan uang seadanya.

Dengan kerja kerasnya, H Yuskar mampu meraih kesuksesan hingga kemudian membuka usaha alat tulis dan fotokopi. Dia lantas mengajak anak muda dari Atar untuk membantunya di Bandung. Setelah cukup ilmu dan modal, anak-anak muda ini membuka usaha serupa di tempat lain. Karena banyak yang sukses, jadilah banyak anak muda lain kepincut. Akhirnya, para perantau ini menyebar ke seluruh Indonesia dan membuka usaha yang sama.

Banyak Pengusaha Terkena Imbas Covid-19

Sayangnya, badai Covid-19 yang nggak kunjung usai turut membuat membuat mereka menderita. Maklum, usaha alat tulis dan fotokopi sangat bergantung dengan kegiatan sekolah. Kebijakan sekolah dari rumah tentu membuat usaha fotokopi dan alat tulis lumpuh.

Banyak dari para perantau yang akhirnya pulang ke kampung halaman, meski ada juga yang bertahan. Walaupun begitu, imej Atar sebagai pencetak pengusaha fotokopi sukses tetap melekat. Semoga pandemi segera berlalu dan usaha fotokopi berjaya kembali ya, Millens? (Boo/IB21/E07)