Asyiknya Berburu Kurma di Pasar Johar Lama

Asyiknya Berburu Kurma di Pasar Johar Lama
Sulatun sudah 20 tahun lebih berjualan kurma. (Inibaru.id/ Audrian F)

Kurma menjadi salah satu bahan makanan yang paling dicari di bulan Ramadan. Di Pasar Johar Lama, Kota Semarang, kamu masih bisa mendapatkannya dengan mudah, lo. Seperti apa sih asyiknya berburu kurma di sana?

Inibaru.id - Berbukalah dengan yang manis. Anjuran ini tentu sering kita dengar di bulan puasa. Makanan dan minuman manis yang dimaksud bisa berupa teh hangat, kolak, kue, dan juga kurma. Nah, khusus untuk kurma, buah ini seperti nggak bisa dilewatkan di bulan Ramadan. Saya pun berinisiatif untuk mencarinya di Pasar Johar Lama, Kota Semarang.

Pada Selasa (28/4/2020), saya meluncur ke Jalan KH. Agus Salim. Biasanya, di tempat ini berderet para pedagang kurma. Namun, karena saat ini Kota Semarang sedang dilanda pandemi corona, hanya terlihat dua pedagang yang menjualnya.

Saya pun memilih untuk membeli kurma di kios milik Sulatun. Dia mengaku sudah lebih dari 20 tahun berjualan kurma di dekat Pasar Johar Lama. Nggak hanya membeli, saya pun berinisiatif mencari tahu tentang jenis-jenis kurma yang dijajakannya.

Indra Bagus, salah seorang penjual kurma. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Indra Bagus, salah seorang penjual kurma. (Inibaru.id/ Audrian F)

Kurma yang dijajakan Sulatun bermacam-macam jenisnya. Ada kurma Madinah, Mekah, Tunisia hingga Mesir. Setiap jenis kurma memiliki karakteristik dan harganya masing-masing.

“Bedanya ada di kualitas daging kurma, terus rasanya. Semakin mahal kurma, jelas rasanya juga semakin enak,” jelasnya.

Sulatun mengaku harga kurma selalu naik menjelang bulan Ramadan. Sebagai contoh, jenis kurma Mesir dihargai Rp 50 ribu per kilogramnya, kurma Mekah Rp 70 per kilogram, kurma Madinah Rp 80 ribu per kilogram, dan kurma Tunisia harganya Rp 120 ribu per kilogram.

Harganya sepertinya kok mahal, ya? Tenang, nggak semua jenis kurma berharga mahal kok. Sulatun juga menyediakan kurma dengan harga yang lebih murah. Saya memilih untuk membeli kurma seharga Rp 20 ribu. Kurma ini dalah campuran dari kurma Mekah dan Madinah.

“Beli seperempat boleh, per ons juga boleh. Eceran juga saya layani,” terang wanita berusia 51 tahun ini.

Kurma Tunisia adalah kurma dengan harga yang paling mahal. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Kurma Tunisia adalah kurma dengan harga yang paling mahal. (Inibaru.id/ Audrian F)

Sebetulnya, kurma yang paling diminati di tahun-tahun sebelumnya adalah jenis Mesir. Sebab, harganya paling murah. Namun, adanya pandemi corona membuat Sulatun berpikir jika permintaan kurma Mesir menurun. Dia pun memutuskan untuk nggak memasoknya.

Sulatun mengaku kebanyakan pembeli mencari kurma untuk disuguhkan pada pembagian takjil. Meski begitu, ada yang membelinya untuk konsumsi pribadi seperti yang saya lakukan sekarang.

Saya merasakan kebaikan dan kesabaran Sulatun saat meladeni saya. Dia mau menjelaskan banyak hal tentang kurma yang dijajakannya. Kurma yang saya beli adalah rekomendasinya karena saya nggak mungkin mencicipinya saat berpuasa. Saat mencicipinya di waktu berbuka, saya merasakan sendiri kelezatannya. Persis seperti kata Sulatun, kurma ini enak, legit, dan manis namun nggak bikin serak.

Selain di Pasar Johar Lama, kamu juga bisa mencari penjual kurma di Pasar Johar Baru yang ada di Masjid Agung Semarang. Lokasinya nggak jauh, kok.

Gimana nih, Millens, tertarik untuk membeli kurma di sana nggak nih? (Audrian F/E07)