Asap Rokok dapat Tularkan Virus Corona, Benarkah?

Asap Rokok dapat Tularkan Virus Corona, Benarkah?
Perokok aktif berpotensi menularkan virus corona, meski belum ada studi lebih lanjut. (Kompas)

Perokok disebut-sebut lebih rentan terjangkit dan menularkan virus corona. Meski begitu, penelitian terkait merokok dan Covid-19 ternyata masih sangat terbatas.

Inibaru.id – Belakangan ini di media sosial viral informasi yang menyebut asap rokok bisa menyebarkan virus corona. Hanya, hingga hari ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa asap rokok bisa menjadi media penularan Covid-19. Hal yang sama juga diungkap oleh Ketua umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M. Faqih.

“Penularan itu melalui droplet, lalu apakah dengan asap rokok bisa menularkan? Belum ada penelitian (yang membuktikannya),” katanya pada Selasa (14/4/2020).

Rokok Berpotensi Menularkan Virus

Asap rokok melewati saluran pernapasan. (Medicalnewstoday)<br>
Asap rokok melewati saluran pernapasan. (Medicalnewstoday)

Meski begitu, Daeng menganggap rokok memiliki potensi untuk menularkan virus. Hal ini disebabkan oleh asap rokok yang masuk ke dalam salurah pernapasan dan kemudian dikeluarkan lewat mulut. Hal inilah yang dianggap berpotensi menyebarkan virus. Jika ini benar-benar terjadi tentu sangat mengkhawatirkan. 

Laporan dari World Health Organization (WHO) juga mengungkap kebiasaan perokok yang sering mendekatkan tangannya dengan mulut saat mengisapnya. Hal ini juga dianggap berpotensi memindahkan virus. Hanya, hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikannya.

Perokok yang Sudah Terinfeksi Bisa Mengeluarkan Droplet yang Menyebabkan Penularan Virus

Perokok memiliki lendir lebih banyak. (Republika)<br>
Perokok memiliki lendir lebih banyak. (Republika)

Daeng menyebut pasien Covid-19 yang merokok bisa saja mengeluarkan percikan air liur (droplet), lewat batuk dan bersin dan menularkan virus pada orang lain. Masalahnya adalah, perokok juga cenderung lebih sering batuk. Masyarakat pun harus lebih waspada pada mereka.

Professor fisiologi dan biologi di Chapel Hill, Robert Tarran dalam penelitannya yang terbit di Scientific American juga menemukan fakta bahwa tubuh perokok memproduksi lendir lebih banyak. Hal ini bisa berimbas pada gangguan paru-paru, peradangan pada tubuh, dan menurunnya sistem imun tubuh yang bisa membuat mereka lebih rentan terpapar virus.

Perokok Aktif Lebih Rentan Teserang Covid-19

Tubuh perokok memiliki mekanisme yang rentan terserang penyakit, karenanya dianjurkan menghentikan kebiasaan merokok. (Netdoctor)<br>
Tubuh perokok memiliki mekanisme yang rentan terserang penyakit, karenanya dianjurkan menghentikan kebiasaan merokok. (Netdoctor)

Merokok dapat merusak saluran pernapasan. Sistem penyaringan racun di dalam tubuh para perokok juga cenderung nggak berfungsi dengan maksimal. Hal inilah yang membuat mereka lebih rentan terinfeksi virus corona.

Pengisap Vape Berpotensi Menularkan Virus Corona

Sebagaimana merokok, menghisap vape memiliki potensi pula terserang virus corona. (Nusabali/NET)<br>
Sebagaimana merokok, menghisap vape memiliki potensi pula terserang virus corona. (Nusabali/NET)

Sebenarnya, belum ada penelitian yang membuktikan ada kaitan antara penggunaan vape dengan risiko penularan Covid-19. Meski begitu, Direktur Center for Tobacco Control Research and Education, University of California, San Francisco Stanton Glantz menganjurkan siapa saja untuk berhenti merokok dan mengisap vape. Glantz juga menyebut berhenti merokok bisa membantu meningkatkan sistem imun tubuh.

Kesimpulannya, belum ada studi langsung yang menguji keterkaitan antara risiko virus Covid-19 dengan asap rokok dan vape. Meski begitu, demi menjaga sistem imun tubuh dan menurunkan risiko tertular, sebaiknya memang kita berhenti mengisapnya.

Kalau menurut kamu, pandemi Corona bisa dijadikan alasan untuk berhenti merokok nggak, sih, Millens(Idn/MG26/E07)