Apresiasi Para Penggemar Bonsai dalam The Valentine Bonsai Contest

Apresiasi Para Penggemar Bonsai dalam The Valentine Bonsai Contest
Melvin (kiri) dan Daryo (kanan) ketika melakukan pengecekan bonsai dalam acara The Valentine Bonsai Contest. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Komunitas King Bonsai di bawah naungan Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Semarang mengadakan The Valentine Bonsai Contest yang diikuti ratusan penggemar bonsai. Ajang ini sebagai wadah apresiasi, pembelajaran, kopi darat, dengan tujuan agar bonsai semakin dikenal banyak lapisan masyarakat.

Inibaru.id – Pohon nggak melulu identik dengan ukurannya yang besar. Pohon mini pun bisa ditemukan dalam bonsai yang bentuk batang, cabang, ranting, meliuk-liuk indah sesuai dengan imajinasi pembuatnya. Seperti yang saya temukan di acara The Valentine Bonsai Contest yang diadakan oleh komunitas King Bonsai di Desa Wisata Lembah Kalipancur.

Kontes ini secara umum dibagi dalam dua kelas. Pertama kelas dasar (basic) yang proporsinya mencakup akar, gerak batang, dan ranting. Kedua kelas lanjut yang proporsinya mencakup akar, gerak batang, cabang, dan cucu cabang. Setiap kelas terbagi lagi menjadi tiga ukuran: small, medium, large. Jenis pohon yang mengikuti pun beragam, termasuk serut, beringin, asem, dan sakura. Usia minimal untuk bisa mengikuti kontes yakni 2-2,5 tahun.

Menurut keterangan panitia Melvin Ferdi, bonsai akan dipamerakan di meja pameran sekitar 250 meter dan 46 pillar. Kontes ini diikuti pula oleh para komunitas bonsai, termasuk Tunggal Serut, Compacta, Pagupon Kreo, hingga dari luar Kota Pati, Kudus, Jepara, Temanggung, Salatiga, dan sebagainya.

Kontes bonsai diikuti oleh beragam komunitas dari dalam dan luar Kota Semarang. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)
Kontes bonsai diikuti oleh beragam komunitas dari dalam dan luar Kota Semarang. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Melvin melanjutkan, latar belakang diadakannya kontes ini untuk mendongkrak ketenaran bonsai. Juga sebagai tempat pembelajaran, wadah apresiasi, serta ajang kopdar para pencinta bonsai yang ada di Semarang dan sekitarnya. Acara kebetulan diselenggarakan bertepatan dengan momen Valentine.

“Kan kita pertama itukan juga nggak ngeh kalau tanggal 14 itu Valentine, trus tak pikir-pikir kok ya pas Valentine. Akhirnya dikasi nama Valentine aja. Bertepatan tanggalnya,” kata Melvin, Jumat (14/2).

Panitia lain bernama Daryo menjelaskan, kontes ini dibuat pula untuk menciptakan iklim bagi para pencinta bonsai agar lebih berkembang. Jika dulu yang bisa menikmati bonsai hanya mereka yang kelasnya kaya hingga superkaya. Saat ini siapa pun bisa. Melvin menambahkan, "kejayaan" bonsai nggak tergantung musim. 

Bonsai yang dikonteskan kategori basic dan lanjut. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)
Bonsai yang dikonteskan kategori basic dan lanjut. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

O ya, kontes ini memperebutkan kategori best in class dan best in show untuk masing-masing kelas. Bonsai terpilih ditandai dengan bendera berwarna hijau, merah, dan biru. Mengundang tiga dewan juri yang terdiri dari Muna Adi (Temanggung), Saryono (Gunungpati), dan Andreas (Gunungpati).

Secara keseluruhan, rangkaian acara berlangsung sejak 11-12 Februari 2020, sedangkan untuk pamerannya digelar mulai 17-23 Februari 2020. Bagi kamu para pencinta bonsai, wajib banget lo datang ke mari! (Isma Swastiningrum/E05)