Aplikasi-Aplikasi Teleconference Selama Corona, Apakah Aman dan Dibutuhkan?

Aplikasi-Aplikasi Teleconference Selama Corona, Apakah Aman dan Dibutuhkan?
Mempertimbangkan keamanan dalam menggunakan aplikasi-aplikasi teleconference. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Kamu pasti familiar dengan aplikasi-aplikasi teleconference yang digunakan pada masa work from home, bukan? Pada masa pandemi corona ini banyak yang aktif menggunakannya, meski begitu sebenarnya aman dan benar-benar kamu butuhkan nggak sih?

Inibaru.id – Saat menulis ini, saya perhatikan beragam aplikasi yang saya gunakan selama pandemi corona, khususnya aplikasi-aplikasi yang mendukung pekerjaan selain Whatsapp. Di antaranya adalah Trello, Slack, Asana, Google Meets, dan Zoom.

Aplikasi-aplikasi tersebut saya buka berkala sesuai jadwal kerja yang ditentukan. Banyaknya aplikasi cukup memberatkan memory penyimpanan juga sebenarnya, sehingga sering sekali saya diingatkan oleh sistem untuk mengorbankan file lain dihapus agar ruang lebih leluasa.

Selain ukuran, kelemahan lain yang lebih urgent untuk diperhatikan. Seorang mahasiswi jurusan Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang tinggal di Jakarta bernama Yulia Adiningsih lebih khawatir pada sistem keamanan (security) aplikasi-aplikasi tersebut.

“Agak riskan kalau dipakai di Macbook, katanya bisa ngambil data yang ada di situ. Keamanannya kurang. Tapi mau gimana lagi, kebanyakan pakai Zoom,” kata Uwik, panggilannya, pada Sabtu (18/4/2020).

Di media tersiar kabar bahwa beberapa aplikasi teleconference masih memiliki bug yang membahayakan para pengguna. Nggak hanya itu, kabarnya pula aplikasi tersebut dapat merekam wajah, mengirim iklan, hingga melacak aktivitas. Wah, ada baiknya kamu waspada ya, Millens.

Meski begitu, dia nggak menampik aplikasi-aplikasi pertemuan tersebut memiliki kelebihan. Manfaat konkritnya adalah membantu komunikasi di tengah kondisi yang nggak mendukung untuk keluar rumah.

“Bisa mempermudah aja sih, mungkin kalau nggak ada Zoom atau aplikasi semacamnya, banyak aktivitas yang seharusnya tertunda. Intinya aktivitas tetap berjalan meski nggak bisa keluar,” tambah dia.

Bijak menggunakan aplikasi-aplikasi rapat online pada masa pandemi corona. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)<br>
Bijak menggunakan aplikasi-aplikasi rapat online pada masa pandemi corona. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Berbeda dengan Uwik, laki-laki bernama Budi yang bekerja sebagai buruh desain grafis di sebuah perusahaan digital printing di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki ceritanya sendiri. Alih-alih mengunduh dan memakainya, selain WA dia mengaku belum membutuhkan aplikasi teleconference.

“Nggak pakai, kan tergantung kebutuhannya. Aku merasa belum butuh aplikasi seperti itu, mungkin karena masih suka kalau bertatap muka secara langsung. Kalau masa corona begini memastikan sebelum rapat tubuh dan pakaian steril,” katanya.

Para karyawan di tempatnya bekerja memang sempat diliburkan karena corona, tapi kemudian masuk kembali. Budi menambahkan, penggunaan aplikasi-aplikasi daring memakan banyak kuota.  Sebab kuota yang digunakan menurut dia setara dengan menonton aplikasi yang butuh kuota banyak.

“Kalau diajak video call WA juga aku tolak, sayang kuota.  Komunikasi virtual jadi boros kuotanya, sama kayak mengunduh atau menyetel Youtube,” ucap pemuda umur 27 tahun tersebut.

Sebelum kamu memasang aplikasi-aplikasi teleconference, ada baiknya mempertimbangkan kebutuhan juga ya, Millens. Jangan sampai memasang tapi malah sia-sia nggak berguna. (Isma Swastiningrum/E07)