Titik Api Kembali Muncul di Gunung Sindoro dan Sumbing

Api kembali terlihat di lereng Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing pada Kamis (13/9/2018) siang. Sebelum ini, sebagian lahan di kedua gunung itu memang sempat terbakar tapi petugas sudah berhasil memadamkan api.

Titik Api Kembali Muncul di Gunung Sindoro dan Sumbing
Kebakaran di Gunung Sindoro. (Antara Foto/Anis Efizudin)

Inibaru.id – Sempat dipadamkan, sejumlah titik api kembali terlihat di kawasan hutan dan lahan Gunung Sumbing dan Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah pada Kamis (13/9/2018). Petugas pun kembali berusaha memadamkan api tersebut.

Kompas.com, Jumat (14/9), menulis, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi menyebut titik api mulai terlihat kembali pada Kamis (13/9) siang.

“Sempat padam kemarin, tapi muncul titik api lagi pukul 11.00 WIB di lereng Sumbing dan Sindoro,” jelas Gito.

Titik api yang menyala lagi-lagi terlihat di Petak 20-1 RPH Kwadungan lereng Gunung Sindoro. Sementara itu, titik api yang ada di Gunung Sumbing berada di Petak 20-1 dan 27-2 RPH Kecepit.

“Sepertinya karena bara api yang kemarin belum benar-benar padam lalu diterpa angin dan akhirnya menyala lagi. Kerugian berupa hilangnya savana dan vegetasi khas area pegunungan,” ungkap Gito.

Sebanyak 207 orang yang terdiri atas tim BPBD, Perhutani, TNI, Polri, masyarakat setempat, dan komunitas relawan berusaha memadamkan kebakaran yang sudah berlangsung selama seminggu. Hingga saat ini, proses pemadaman baru bisa dilakukan dengan cara manual seperti digepyok dengan ranting atau ditutup dengan tanah.

Selain itu, petugas pemadam juga memakai cara penyekatan atau ilaran di sekitar lokasi kebakaran demi mencegah api semakin meluas. Petugas memilih memadamkan api dengan cara manual karena lokasi yang terjal dan sulit untuk dijangkau alat pemadam kebakaran.

Kendati begitu, Pjs Bupati Temanggung Sudaryanto menyebut ada juga proses pemadaman dengan cara yang lebih modern yakni dengan bom air atau water bombing.

“Pemadaman manual pasti lama. Di lokasi kebakaran tidak ada air dan berada di jurang yang terjal. Kita sejauh ini berusaha untuk melakukan water bombing atau memakai helikopter BNPB demi menyiramkan air dari atas. Sejauh ini bom air memadamkan 1 titik di Gunung Sindoro dan 5 titik lain di Gunung Sumbing,” ujar Sudaryanto.

Hingga kini, luas area yang terbakar diperkirakan seluas 385,6 hektar di Gunung Sindoro dan 393,4 hektar di Gunung Sumbing. Sementara itu, total kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp 57 juta.

Semoga api bisa segera dipadamkan dan nggak muncul lagi, ya Millens. (IB09/E04)