Apes, Dua Preman Diringkus Usai Palak Kapolsek yang Menyamar di Terminal

Apes, Dua Preman Diringkus Usai Palak Kapolsek yang Menyamar di Terminal
Ilustrasi - Pemalakan sering terjadi di terminal bus. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Begitu keluar dari pintu terminal, mobil Kapolsek Bukittinggi langsung dipalak dua preman. Namun, setelah mengetuk kaca mobil, para preman ini terkejut karena korbannya adalah seorang petinggi kepolisian.

Inibaru.id – Dua preman yang berada di Pasar Aur Kuning, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat berinisial IR (24) dan HS (29) ditangkap polisi karena meresahkan banyak orang akibat meminta pungutan liar. Malangnya, pada Minggu (9/8/2020), keduanya sedang bernasib sial karena memalak Kapolsek Bukittinggi. Kok bisa?

Modus keduanya dalam meminta pungutan liar adalah dengan menjual stiker bendera. Mereka beroperasi di pintu keluar terminal Simpang Aur. Setelah memalak cukup banyak orang, mereka pun berniat untuk melakukan pungutan liar pada sebuah mobil. Usai mengetuk kaca mobil, pengemudinya keluar. Ternyata, yang mengemudi adalah Kapolsek Bukittinggi AKP Dedy Adriansyah.

Dedy mengaku sudah menerima keluhan dari masyarakat terkait dengan adanya pelaku pungli di sekitar Pasar Aur Kuring. Dia pun sengaja turun bersama tim untuk menyelidikinya pada Minggu (9/8) sore.

“Mereka ini memeras warga di pintu keluar terminal Simpang Aur dengan modus menjual stiker bedera. Mobil-mobil yang lewat di sana dipasangi stiker tanpa izin kemudian dimintai uang Rp 3 ribu,” ucap Dedy.

Kedua pelaku pemalakan di Bukittinggi. (Suara)<br>
Kedua pelaku pemalakan di Bukittinggi. (Suara)

Usai mendapatkan laporan, Dedy langsung berinisiatif melakukan penyelidikan dan memakai mobil berjenis minibus miliknya untuk membuktikannya. Dia pun masuk ke kawasan terminal dan langsung menuju pintu keluar.

Sesampainya di sana, para pelaku mendekati mobil tersebut dan langsung menempel stiker bendera merah putih. Usai melakukannya, mereka mengetuk pintu mobil untuk meminta uang. Bukannya membuka jendela, Kapolsek justru langsung keluar mobil. Kedua preman ini pun langsung diringkus oleh tim.

Kedua pemuda tersebut dibawa ke Mapolsek Bukittinggi pada Minggu (9/8) pukul 16.00 WIB. Keduanya nggak melakukan perlawanan yang berarti, apalagi setelah tahu bahwa calon korban yang mereka palak adalah Kapolsek Bukittinggi. Keduanya diamankan dengan barang bukti uang tunai Rp 177 ribu hasil dari pemalakan yang sebelumnya dilakukan.

“Apesnya, ternyata yang mau diperas itu mobil kita,” ucap Dedy sembari tersenyum.

Setelah melakukan interogasi, aparat kepolisian akan memburu orang lain yang memberikan orderan stiker pada keduanya.

Apapun alasannya, pemalakan memang bisa bikin resah, ya Millens? (Sua/IB09/E05)