Apa yang Bikin Tablet PCC Berdampak Fatal?

Mengonsumsi tablet PCC berlebihan tak ubahnya meminum racun. Mereka tengah bermain-main dengan kematian saat meminumnya, alih-alih memperoleh efek relaksasi dan halusinasi.

Apa yang Bikin Tablet PCC Berdampak Fatal?
Ilustrasi Tablet PCC. (Foto: Corbis via Okezone)

Inibaru.idSeorang siswa SD asal Kendari, Sulawesi Tenggara, dikabarkan meregang nyawa pada Rabu (13/9/2017).  Korban tewas lantaran overdosis obat PCC, Somadril, dan Tramadol. Sehari berselang, seorang pemuda tanggung juga dikabarkan meninggal seusai menenggak PCC. Ia berhalusinasi, lalu menceburkan diri ke laut, tenggelam, dan mati.

Dilansir dari Detikcom, setidaknya sudah ada 50 remaja di Kendari yang jadi korban PCC. Kendati peredarannya sudah lama dilarang pemerintah, obat keras ini ternyata bisa diakses masyarakat Kendari dengan mudah. Harganya pun murah.

Kepala BPOM Sulawesi Tenggara (Sultra) Adilah Pababbari pada Kamis (14/9) mengakui, PCC memang dijual bebas dalam beberapa hari itu. Hal tersebut dia katakan cukup meresahkan di Kendari.

"Tablet PCC memiliki kandungan parasetamol, kafein, dan carisoprodol. Nah, carisoprodol tergolong dalam obat keras berdasarkan surat keputusan Menteri Kesehatan No 6171/A/SK/73 tanggal 27 Juni 1973 tentang Tambahan Obat Keras Nomor Satu dan Nomor Dua," jelasnya di Kantor BPOM Sultra.

Parasetamol, kafein, dan carisoprodol adalah obat yang telah lama kita kenal. Namun, apa yang menjadikan obat ini berbahaya? Mari kita bahas satu persatu, sebagaimana diberitakan Kompas.

Paracetamol (parasetamol)

Paracetamol atau acetaminophen termasuk jenis obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas. Obat ini lazim digunakan untuk mengurangi gejala rasa sakit ringan hingga sedang seperti sakit kepala, flu, nyeri karena haid, sakit gigi, hingga nyeri sendi.

Sejumlah efek samping parasetamol adalah mual, sakit perut bagian atas, dan gatal-gatal. Namun, gejala ini jarang terjadi jika dikonsumsi sesuai aturan. Aturannya, tablet parasetamol 500mg bisa diminum setiap 6 jam sekali untuk mencapai efek penghilang rasa nyeri.

Caffeine (kafein)

Kafein adalah zat yang terdapat pada kopi yang berfungsi meningkatkan kesadaran, fokus, dan waspada, sebagaimana efek setelah meminum kopi. Pada dunia medis, kafein biasa bersanding dengan painkiller. Kafein bisa ditambahkan bersama dengan parasetamol.

Konsentrasi kafein yang terdapat pada urin tidak boleh mencapai 16mcg/mL. Angka itu tercapai kira-kira kalau Anda meminum 8 gelas kopi. Maka, kafein relatif aman untuk dikonsumsi rutin.

Carisoprodol (Karisoprodol)

Karisoprodol adalah obat terbatas yang harus berdasarkan resep dokter. Umumnya muscle relaxer, karisoprodol akan memotong rasa sakit yang mengalir dari syaraf ke otak di kepala. Obat ini digunakan untuk terapi fisik seperti otot dan tulang, misalnya pada cedera.

Mengonsumsi obat ini dapat menyebabkan ketergantungan. Jika dikonsumsi bersama alkohol, karisoprodol akan menimbulkan rasa kantuk parah dan pusing. Kejang, koordinasi tubuh buruk, dan kehilangan penglihatan adalah sedikit efek samping yang bisa ditimbulkan obat ini.

Lalu, bagaimana jika dikonsumsi bersamaan? Overdosis PCC akan merusak susunan saraf pusat di otak. Wujudnya bisa beragam, tapi secara spesifik memunculkan efek halusinasi. Perubahan mood yang signifikan juga sering terjadi, termasuk di antaranya gangguan perilaku dan emosi.

Gangguan ini sering disebut dengan istilah “bad trip” yaitu gejala cemas, ketakutan, dan panik yang terjadi pada pengguna obat. Selain itu, penyalahgunaan obat ini juga menyebabkan kematian. (GIL/SA)