Apa Beda Quick Count dan Exit Poll?

Hal yang paling ditunggu usai pemilu adalah hasil penghitungan cepat. Ada dua jenis perhitungan cepat yang dikenal di Indonesia, yakni quick count dan exit poll. Apa ya bedanya?

Apa Beda <em>Quick Count</em> dan <em>Exit Poll</em>?
Ilustrasi quick count. (Shutterstock)

Inibaru.id – Pemilu 2019 akhirnya usai digelar. Hasil penghitungan cepat pun sudah banyak yang beredar. Selama ini, ada dua jenis penghitungan cepat yang jamak digunakan yakni quick count dan exit poll.

Tujuan dan manfaat keduanya sama yakni supaya pihak-pihak yang berkepentingan memiliki data pembanding yang dapat digunakan untuk mendeteksi bila ada kecurangan yang terjadi pada proses tabulasi suara.

Namun, ada perbedaan di antara keduanya. Quick count atau hitung cepat adalah metode verifikasi hasil pemilihan umum yang dilakukan dengan menghitung persentase hasil pemilu di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dijadikan sampel. Sementara, exit poll adalah survei yang digelar di hari pemungutan suara dan dilakukan segera setelah pemilih meninggalkan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Metode yang digunakan adalah dengan bertanya langsung kepada pemilih yang selesai mencoblos.

Dilansir dari laman Kompas, Rabu (17/4/2019), peneliti Founding Fathers House (FFH) Dian Permata menjelaskan, quick count sebenarnya adalah alih bahasa dari penyederhanaan metode parallel vote tabulations (PVT). Cara ini menggunakan metode hitung cepat dengan mengambil TPS sebagai sampel. Basis respondennya adalah formulir C1 plano atau hasil perhitungan suara di TPS yang menjadi sampel.

Sementara, responden exit poll adalah pemilih yang sudah mencoblos, tapi tetap saja sampelnya adalah TPS. Dalam hal ini, peneliti memilih secara random pemilih yang keluar dari bilik suara, kemudian diberi pertanyaan apakah dia puas dengan pemilu tahun ini dan siapa yang dia pilih tadi.

Lebih singkat lagi, quick count mendata angka yang didapat dari C1 dari TPS yang menjadi sampel, sedangkan exit poll mendata pendapat dari satu responden laki-laki dan satu responden perempuan dari TPS sampel.

Kendati demikian, Dian menegaskan baik quick count maupun exit poll memiliki akar ilmu yang sama, yakni statistika. Urutan pelaksanaannya, dimulai dari sampling, kemudian mengumpulkan data berdasarkan basis responden sesuai cara hitung cepat yang dipakai.

Pada Pemilu 2019, hasil quick count baru boleh diumumkan pukul 15.00 WIB. Quick count dilarang digelar sejak pagi hari oleh Mahkamah Konstitusi (MK) karena dapat mempengaruhi pemilih yang belum mencoblos.

Berdasarkan beberapa lembaga survei, pada Pemilu tahun ini, pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 unggul versi hitung cepat. Meski begitu, hasil ini belum bisa dijadikan pijakan karena mesti menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). (IB07/E04)