Antisipasi Warga Tolak Jenazah Korban Corona, Pemkot Semarang Siapkan Lokasi Permakaman Khusus

Antisipasi Warga Tolak Jenazah Korban Corona, Pemkot Semarang Siapkan Lokasi Permakaman Khusus
Pemkot Semarang berencana menyiapkan permakaman khusus pasien corona yang meninggal. (Inibaru.id/ Audrian F))

Adanya fenomena penolakan jenazah pasien positif corona di berbagai wilayah membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengambil kebijakan khusus. Sekarang, Pemkot sedang menyiapkan permakaman khusus di TPU Ngadirgo Semarang bagi korban corona yang meninggal.

Inibaru.id – Pemerintah Kota Semarang tengah menyiapkan permakaman khusus bagi jenazah pasien covid-19 yang telah meninggal dunia. Hal ini dilakukan setelah adanya fenomena ditolaknya jenazah pasien corona di berbagai tempat di Indonesia.

Meski nggak terjadi di Semarang, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersiap-siap mengantisipasi kemungkinan tersebut. Saat ini telah disediakan pula wilayah khusus untuk menjadi permakaman pasien kasus corona. Sejumlah tempat telah diidentifikasi dan tempat yang dinilai layak berada di Ngadirgo, Mijen, Semarang.

“Penataan lokasi sedang diproses Pak Ali dari Dinas Permukiman supaya nanti benar-benar steril dan dipisahkan dari TPU yang lain di daerah itu,” kata Hendi, Selasa (31/3), ketika dirinya tengah melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan di Kota Lama.

Kebijakan ini memang bukan dadakan. Pihak Pemkot sebelum fenomena penolakan di berbagai daerah terjadi memang telah merencanakan hal tersebut.

Pemakaman korban corona dilakukan dengan protokol khusus. (Antara)<br>
Pemakaman korban corona dilakukan dengan protokol khusus. (Antara)

“Sudah ada rencana, setelah beberapa korban meninggal ada kegalauan masyarakat di tempat permakaman umum ya kita mesti merencanakan itu,” lanjut Hendi.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang Ali mengatakan, terdapat dua titik wilayah berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan. Yaitu Taman Permakaman Umum (TPU) Ngadirgo dan BBS Jatisari.

“Keadaan yang ada di lapangan bahwa TPU Ngadirgo lahan yang sudah siap dan sudah ditembok keliling tetapi belum pernah dipakai sama sekali. Luas kurang lebih 4.000 meter persegi,” ucap Ali.

TPU Ngadirgo Mijen ini memang menjadi target TPU yang dinilai layak, karena terdapat jarak dengan permukiman warga dengan panjang sekitar 200 meter.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan, jenazah kasus corona bukanlah musuh. Justru keluarga mereka sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat. Stigmatisasi yang terjadi pada korban yang meninggal tentu akan menyakitkan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Semoga penolakan jenazah korban corona nggak terjadi ya, Millens! (Kum/MG26/E05)