Anjlok pada 2020, BI Optimistis Ekonomi akan Pulih Tahun Depan

Anjlok pada 2020, BI Optimistis Ekonomi akan Pulih Tahun Depan
Konfrensi pers "Pertemuan Tahunan Bank Indonesia". (Inibaru.id/ Audrian F)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Soekowardojo memaparkan kondisi perekonomian Indonesia menjelang akhir 2020 ini. Meskipun banyak mengalami penurunan karena pandemi, dia meyakini, semuanya akan kembali pulih pada 2021.

Inibaru.id - Setahun hampir berlalu dan pandemi sudah cukup mengubrak-abrik kondisi masyarakat, khususnya sektor perekonomian. Dalam skala ekonomi global, pandemi memberi dampak disrupsi yang simultan pada penawaran dan permintaan, karena bersamaan dengan itu kebutuhan medis juga mendesak.

Pemerintah pun mendapat tantangan besar untuk segera melindungi kesehatan masyarakat dan mengamankan ekonomi. Sementara, berbagai daerah juga belum selesai dengan pembatasan sosial.

Ini tentu memengaruhi produktivitas orang bekerja atau bertambahnya pengangguran. Di sisi lain, kehilangan pekerjaan dan pendapatan akan memengaruhi prospek ekonomi dan menurunkan konsumsi rumah tangga serta investasi korporasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Soekowardojo memaparkan gimana kondisi perekonomian dalam konfrensi pers setelah acara "Pertemuan Tahunan Bank Indonesia" pada Kamis (3/12/2020) di Hotel Tentrem, Kota Semarang.

Menurutnya, di masa pandemi ini, pertumbuhan ekonomi yang positif terjadi hanya di Triwulan I tahun 2020, yakni 2,61 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Soekowardojo memaparkan kondisi perekonomian di Indonesia. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Soekowardojo memaparkan kondisi perekonomian di Indonesia. (Inibaru.id/ Audrian F)

Hal ini karena pandemi belum berdampak. Namun, pada Triwulan II, ekonomi di Jateng mulai terjadi kontraksi -5,4 persen, kemudian pada Triwulan III menjadi -3,9 persen.

“Pada Triwulan IV, kondisi masih berat , dan kontraksi masih terjadi pada angka -1 persen  hingga nol persen. Namun di Triwulan I 2021, kami optimis sudah positif,” ujar Soekowardojo.

Optimisme Soekowardojo itu tentu diiringi dengan sumber daya yang memang mumpuni khususnya di Jateng. Menurutnya, Jateng memiliki keunggulan basis produksi perekonomian yang memenuhi kebutuhan dasar manusia.

Dari sektor pertanian, Jateng termasuk salah satu lumbung padi nasional dan berbagai komoditas hortikultura. Komoditas industri pengolahan yaitu makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil, serta furnitur, menjadi andalan produksi nasional dan ekspor.

Berbagai sektor unggulan tersebut selalu meningkat permintaannya dari waktu ke waktu. Ini belum termasuk sektor farmasi berbasis obat tradisional yang masih dapat terus dikembangkan, mengingat faktor kesehatan menjadi perhatian khusus sejak Covid-19.

“Inovasi juga perlu terus dikembangkan, menyesuaikan dengan kenormalan baru masyarakat. Selain itu, kehadiran vaksin Covid-19 akan menjadi hal penting dalam menjaga ekspektasi dan menurunkan kekhawatiran masyarakat dalam beraktivitas,” terang Soekowardojo.

Untuk itu, dalam memulihkan ekonomi, pihaknya sudah memiliki sejumlah strategi jitu, di antaranya akan lebih memberdayakan UMKM melalui edukasi dan kemudahan akses, menciptakan kemudahan bagi para investor, serta mempercepat realisasi program pemerintah daerah secara efektif dan efisien.

Selain itu, nggak lupa juga meningkatkan penyaluran pembiayaan oleh perbankan pada sektor produktif melalui asesmen yang cermat terhadap individual debitur dan yang terakhir meningkatkan sinergitas antara pemangku kepentingan.

Wah semoga perekonomian benar-benar pulih di tahun 2021 ya, Millens. (IB28/E03)