Animo Pemilu Para Perantau Milenial di Semarang Gimana Nih?

Pemilih perantau harus mendapatkan formulir A5 untuk dapat memilih di tanah rantau. Sayangnya, proses yang berbelit-belit membuat mereka enggan mengurusnya. Tapi, bukan berarti mereka -para pemilih milenial, melewatkan momen pemilu.

Animo Pemilu Para Perantau Milenial di Semarang Gimana Nih?
Partisipasi pemilih perantau dalam pemilu sangat dibutuhkan. (Inibaru.id/ Annisa Dewi)

Inibaru.id - Mahasiswa perantauan di Semarang yang ingin mengurus formulir A5 mengeluhkan proses yang ribet. Seperti yang dirasakan Mega Laura Lubis, mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang asal Medan ini.

“Saya pengin banget tetap milih di Semarang. Saya sangat antusias mengurusnya dari Medan, tapi saat di Semarang prosesnya ribet dan melelahkan,” aku mahasiswa semester 4 itu, Selasa (9/4).

Mega lalu bercerita setelah surat keterangan mahasiswa aktif dari kampus dikantongi, dia diminta ke kantor kelurahan terdekat. Setengah jam menunggu di kelurahan, dia justru diarahkan pegawai kelurahan menuju ke kecamatan. Mega merasa dipingpong. Belum lagi dia harus melengkapi surat-surat lainnya. Padahal, jarak tempuh tempat kos Mega menuju kecamatan nggak dekat. Mau nggak mau dia harus bolak-balik meski jauh.

“Melelahkan. Lebih melelahkan daripada mengerjakan tugas-tugas kuliah. Tapi tidak apa,” ujar Mega. Walau akhirnya pada hari itu juga Mega berhasil mendapat A5, dia nggak langsung dapat lokasi TPS, Millens. Barulah pada Senin (8/4) Mega bisa tersenyum lega setelah mendapat informasi di mana dia harus memilih.

Mega mungkin salah satu contoh potret mahasiswa rantau yang mau bersusah payah demi ikut pemilu. Berbeda dengan Hutomo Yoga, mahasiswa tingkat akhir asal Bogor di salah satu perguruan tinggi di Semarang. Dia memutuskan golput pada pemilu tahun ini karena nggak bisa pulang. “Cuma libur sehari. Saya nggak ikut nyoblos. Tanggung kalau mau pulang, soalnya beberapa hari setelahnya saya mau sidang skripsi,” tutur Yoga.

Saat disinggung soal formulir A5, Yoga mengaku nggak sempat mengurusnya lantaran sibuk mengerjakan skripsi. "Ini tahun terakhir saya soalnya,” tambah Yoga malu-malu.

Sebuah survei yang dilakukan Azza Ifana dkk, mahasiswa Undip yang mengukur pengaruh domisili mahasiswa rantau dalam pemilu 2019 menunjukkan sebanyak 130 mahasiswa rantau yang menjadi responden nggak mengurus formulir A5-nya. Tapi bukan berarti mereka golput, Millens. Sebanyak 75,4 % berencana menyalurkan hak suaranya 17 April mendatang sedangkan sisanya, 28,6 % golput.

Yang patut diapresiasi, para mahasiswa rantau ini bakal pulang ke kampung halaman demi pemilu. Sebagian besar menyambut momen pemilu ini sebagai penentu nasib bangsa selama 5 tahun kedepan sehingga sayang kalau harus golput. Salut deh!

Dari kelompok golput, kebanyakan beralasan nggak ada waktu mengurus formulir A5 dan terlalu jauh untuk pulang kampung. Hasil survei memang belum final karena masih berlangsung. Hmm, semoga banyak yang nyoblos ya, Millens. (Audrian F/E05)