Anak Suka Menyendiri dan Tertutup? Ada 6 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Anak Introver!

Anak Suka Menyendiri dan Tertutup? Ada 6 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Anak Introver!
Ilustrasi: Anak introver cenderung menyukai kegiatan yang memungkinkan ekspresi kreatif. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Sebagian orang tua akan khawatir jika anak menjadi introver. Menyukai kesendirian dan tertutup, banyak yang mengira anak-anak ini antisosial dan nggak punya keterampilan. Padahal, mereka hanya memiliki kebutuhan dan preferensi sendiri. Pengin mengenal lebih dekat? Cekidot!

Inibaru.id - Barangkali, minimnya pengetahuan mengenai anak introver membuat orang tua khawatir berlebihan. Mereka menganggap sifat ini nggak baik karena identik dengan perilaku antisosial, penyendiri, atau nggak punya keterampilan. Padahal, pendapat ini sama sekali nggak benar.

Seorang anak introver dapat hidup "normal" jika orang tua memahami apa kebutuhan dan yang disukainya. Yuk, mengenal mereka lebih dekat!

1. Preferensi Sosial

Ilustrasi: Mereka lebih senang berada di kamar dan melakukan hal yang disukainya. (Freepik)
Ilustrasi: Mereka lebih senang berada di kamar dan melakukan hal yang disukainya. (Freepik)

Anak introver cenderung lebih senang menyendiri karena membutuhkan ruang pribadi yang lebih banyak. Bagi orang yang nggak mengerti, perilaku ini mungkin akan dihubungkan dengan depresi. Padahal, bagi orang introver, hal ini sangat normal. 

Menyendiri memberi mereka waktu untuk berpikir tanpa gangguan. Saat berada di tempat ramai, mereka akan merasa kelelahan. Nggak jarang mereka hanya akan menghabiskan waktu dengan satu atau dua orang.

2. Kegiatan yang Disukai

Ilustrasi: Mereka senang melakukan kegiatan yang berbau seni. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Ilustrasi: Mereka senang melakukan kegiatan yang berbau seni. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Karena merasa nggak nyaman dengan kegiatan yang melibatkan banyak orang, anak introver lebih senang dengan aktivitas yang memungkinkan ekspresi kreatif seperti menulis kreatif, bermain musik, atau seni. 

Anak-anak introver juga lebih senang menikmati permainan yang tenang dan imaginatif seperti membaca. Jika mereka ditawari untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang seperti pentas drama, mereka akan lebih memilih mundur dan menonton.

Mungkin tindakan ini akan diasumsikan sebagai tanda malu. Padahal, itu salah besar! Mereka hanya sedang mengamati agar lebih familiar sebelum memutuskan bakal bergabung atau enggak.

3. Perilaku Sosial

Ilustrasi: Cenderung pendiam dan enggan jadi pusat perhatian adalah ciri anak introver. (Shutterstock)
Ilustrasi: Cenderung pendiam dan enggan jadi pusat perhatian adalah ciri anak introver. (Shutterstock)

Anak introver cenderung pendiam. Mereka merasa nggak nyaman jika menjadi pusat perhatian meski perhatian tersebut positif. Nggak heran deh kalau mereka menyembunyikan pengetahuan yang mereka miliki.

4. Interaksi Sosial

Ilustrasi: Anak introver merupakan pendengar yang baik. (Thinkstock)
Ilustrasi: Anak introver merupakan pendengar yang baik. (Thinkstock)

Jika ada anggapan mereka kurang keterampilan sosial, hal itu nggak benar. Gaya mereka memang berbeda dengan anak ekstrover. Anak introver lebih senang menjadi pendengar dan mengatakan sesuatu yang benar-benar penting. 

Namun, kamu bakal kaget melihat mereka berbicara tanpa henti jika itu menyangkut tema yang mereka sukai. Jika hal ini terjadi, jangan coba-coba menyela pembicaraannya ya. Mereka nggak suka disela saat berbicara atau melakukan sesuatu.

5. Ekspresi Verbal

Ilustrasi: Biasanya anak introver akan membutuhkan waktu untuk menjawab pertanyaan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Ilustrasi: Biasanya anak introver akan membutuhkan waktu untuk menjawab pertanyaan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Anak introver lebih menyukai menyampaikan gagasan secara tertulis. Kenapa? Karena bila harus berbicara, mereka merasa harus menyiapkannya atau bahkan melatihnya.

Apa pun yang mereka ucapkan harus dipikirkan terlebih dulu. Ini yang menyebabkan mereka dianggap lambat atau lelet ketika diminta menjawab pertanyaan.

6. Emosi dan Respons Emosional

Ilustrasi: Anak introver nggak suka berada di lingkungan ramai dan asing. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Ilustrasi: Anak introver nggak suka berada di lingkungan ramai dan asing. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Pernah nggak sih mengajak anakmu yang introver bertemu orang baru? Mungkin orang tua berniat agar dia nggak lagi pendiam. Padahal, hal ini justru bisa membuat mereka kehabisan energi.

Yap, berada dalam lingkungan asing dan orang-orang baru sama sekali nggak menyenangkan bagi mereka. Jadi, jangan heran kalau anak-anak ini bisa berubah menjadi penggerutu dan mudah tersinggung lantaran terlalu lama berada di lingkungan yang asing. 

Nah, setelah mengetahui 6 fakta di atas, semoga nggak ada lagi ya orang tua yang salah sangka terhadap anak. Anggapan setiap anak itu unik sangat relevan.

Alih-alih memaksa anak berubah seperti orang lain, lebih bijak mendukung kemampuan positifnya dan selalu membuat mereka menjadi diri sendiri. Akur? (fim/IB21/E03)