Alasan Warna Merah dan Emas Dominan Saat Perayaan Imlek

Alasan Warna Merah dan Emas Dominan Saat Perayaan Imlek
Warna merah dan emas identik dengan Imlek. (National Geographic)

Selama ini, warna merah dan emas selalu mendominasi semua barang saat Imlek. Kedua warna itu rupanya memiliki arti khusus bagi masyarakat Tionghoa.

Inibaru.id – Jika dicermati, menjelang Imlek berbagai tempat akan didominasi dengan ornamen berwarna merah dan emas. Ornamen-ornamen ini bisa berupa hiasan kertas di dinding, lampion yang digantungkan, atau pakaian khas dengan warna-warna tersebut. Lantas, apa alasan Imlek identik dengan warna emas dan merah?

Cnnindonesia.com (16/2/2018) menulis, masyarakat Tionghoa menganggap warna merah sebagai lambang kehidupan. Mereka percaya warna ini bisa membawa keberuntungan.

Sementara itu, warna emas atau kuning dilambangkan sebagai warna kaisar. Warna emas ini terkait dengan sejarah Tiongkok yang sempat mengalami banyak pergantian dinasti. Satu hal yang menarik, dari semua dinasti yang berkuasa, bangsawan dan kaisarnya memakai cheongsam atau qi pao dengan warna dasar emas atau kuning. Warna emas dan kuning juga dianggap sebagai kemakmuran atau tanda perekonomian yang lebih baik.

Selain menyukai warna emas dan merah, masyarakat Tionghoa juga cenderung menghindari warna putih saat merayakan Imlek.

“Warna putih itu pantangan bagi orang Tionghoa saat Imlek. Warna putih hanya dipakai saat berduka,” ungkap dosen bahasa Mandarin dari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rizky Wardhani.

Wajar saja kalau warga Tionghoa kemudian menghias rumah dan toko mereka dengan warna merah dan emas ya, Millens. (IB09/E04)