Prestasi atau Fisik, Kamu Termasuk Suporter Asian Games yang Mana?

Prestasi atau Fisik, Kamu Termasuk Suporter Asian Games yang Mana?
Penonton Asian Games 2018. (performgroup.com)

Asian Games 2018 menjadi salah satu acara yang banyak ditonton masyarakat. Selain olahraga yang dipertandingkan, pesona para atlet juga menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian suporter. Kamu termasuk suporter yang mana?

Inibaru.id – Stadion Gelora Bung Karno dan hampir seluruh venue Asian Games 2018 begitu sesak dipenuhi suporter Tanah Air. Dukungan nggak henti mengalir. Pekikan, "Ayo, Indonesia!" membahana. Kita patut bangga, karena hingga penutupan, nggak banyak yang menyurutkan dukungan untuk para atlet negeri ini.

Pelbagai drama para penggemar pun tersaji. Ada yang bersedih hingga berurai air mata saat atlet jagoannya kalah, tapi kemudian tertawa bangga ketika sosok idolannya memenangi medali. Drama ini, salah satunya dialami Mufida Indriani. Dia mengaku sempat begitu bersedih sewaktu idolanya, pebulutangkis Anthony Ginting, dikalahkan Chou Tien-chen.

Kendati sempat bersedih, dirinya kembali terhibur saat Jonatan Christie berhasil "balas dendam", mengalahkan Chou yang membela timnas Tiongkok.

“Terhibur banget waktu Jojo menang. Dia ganteng juga," tutur Mufida.

Dia memang nggak menampik anggapan kalau melihat dan mendukung atlet karena kegantengannya. Pada Asian Games 2014, dia mengaku suka melihat pebulutangkis Korsel Lee Yong-dae bertanding.

"Kalau sekarang yang enak dilihat Shi Yuqi,” ungkapnya, merujuk pada atlet bulu tangkis asal Tiongkok yang tahun ini menjuarai All England.

Mufida tentu nggak sendirian. Suporter lain yang juga "fokus" pada fisik atlet adalah Muhammad Ananto Zulkarnaen. Manajer sebuah perusahaan kontraktor di Bekasi itu mengaku diam-diam mengidolakan Kristina Karapetan, atlet voli dari Kazakhstan.

“Dulu kan ada Sabina (Sabina Altynbekova, pevoli putri Kazakhstan), tapi sekarang dia nggak ikut. Karena itu saya suka lihat Kristina,” ujar Ananto, “Cantik, sih!"

Berbeda dengan Ananto, Vega Ma’arijil Ula justru fokus pada pertandingan, khususnya cabang olahraga kurang populer yang banyak digelar di Asian Games 2018. Sebagai penggemar olahraga, pemuda asal Kudus itu mengaku, gelaran tersebut menambah wawasannya lantaran bisa belajar istilah dalam olahraga-olahraga kurang populer itu.

Meski fokus pada pertandingan dan istilah-istilahnya, dia juga tipis-tipis tetap memperhatikan para atletnya.

"Ehm, kemarin atlet wushu Indonesia, Lindswell Kwok, cantik juga, ya,” celetuknya kepada Inibaru.id, belum lama ini.

Ah, sama saja! Ha-ha. Yap, tapi itu nggak masalah. Mengagumi itu hak tiap orang. Siapa, sih, yang nggak tertarik dengan paras menawan en tubuh atletis Jojo, atau mengagumi betapa indahnya Lindswell Kwok saat mengayun senjata atau memeragakan gerakan wushu?

Kalau kekagumanmu bikin kamu jadi mendukung para atlet negeri ini atau berusaha mengikuti jejak ke-atlet-an mereka, kenapa enggak? (Artika Sari/E03)