Alasan Kenapa Makanan Renyah Lebih Banyak Digemari

Alasan Kenapa Makanan Renyah Lebih Banyak Digemari
Makanan renyah lebih digemari orang. (Pixabay)

Makanan renyah biasanya menggoda seseorang untuk mencicipinya atau jika sudah mencicipi nggak pengin berhenti. Bagaimana penjelasannya?

Inibaru.id - Kamu mungkin bisa tergiur dengan sebuah makanan setelah menghirup aromanya. Dari (hanya) mengendus itu kamu bisa seketika lapar dan jadi ingin mencobanya.

Namun, aroma makanan juga bukan satu-satunya aspek yang menggoda bagi seseorang. Tekstur dari makanan juga bisa menjadi faktor pendorong seseorang untuk memakannya, lo.

Hal tersebut disebutkan dalam studi Scientific Report yang dimuat oleh Medcom.id. Dalam penelitian ini, 111 sukarelawan diminta untuk mencicipi makanan cokelat. Tim peneliti juga menanyai sukarelawan tentang bagaimana pendapatnya tentang tekstur cokelat.

Selama penelitian, ditemukan bahwa persepsi tekstur makanan muncul dari interaksi makanan dengan reseptor saraf mekanik di mulut. Singkat kata, tekstur makanan juga menjadi pilihan sekaligus penolakan seseorang dalam memilih makanan yang hendak dikonsumsi.

Selain itu, tim peneliti juga menguji apakah antara sensitivitas sentuhan mulut dengan persepsi ukuran partikel makanan yang dikonsumsi berhubungan. Mereka menggunakan alat yang disebut Von Frey Hairs agar peserta bisa  membedakan kekuatan tekstur makanan lewat lidah mereka.

Peneliti lain juga dilakukan oleh Alan Hirsch, M.D. Dia mengatakan, alasan orang suka makanan renyah karena ada faktor "musik pengunyahan," yang maksudnya iringan pendengaran yang memengaruhi stimulus sensorik makan.

"Untuk stimulasi non-penciuman, non-penciuman, orang-orang lebih suka renyah," katanya kepada Mental Floss.

Suara tersebut yang menurut Hirsch menyebabkan seseorang menyukai camilan renyah. Lantaran menghadirkan suara berisik, keributan keras yang merambat ke telinga bagian dalam. Hm

Tapi menurut Hirsch pula, kesukaan orang terhadap makanan renyah juga tergantung pada tingkat kebisingannya. Normalnya, orang lebih tertarik mengonsumsi makanan renyah yang menghasilkan kebisingannya mencapai 63 desibel.

"Ketika kita mendengarnya, kita makan lebih banyak. Dalam kasus makanan yang lembek dan basah, manusia menggunakan indera lain, memandang makanan dengan ragu-ragu atau mengendusnya untuk tanda-tanda kedaluwarsa," tutupnya.

Nah, seperti itulah penjelasannya kenapa lebih banyak orang menggemari makanan renyah. Apakah kamu juga suka yang renyah, Millens? Eits, ingat kalori juga ya! (IB28/E05)