Perlukah Bantal Dicuci?

Perlukah Bantal Dicuci?
Ilustrasi mencuci bantal. (Penjagarumah)

Nggak hanya sarungnya, bantal juga perlu dicuci, lo. Mengapa ya?

Inibaru.id – Membersihkan tempat tidur nggak hanya seputar menjemur kasur, menggebuk-gebuknya, dan mengganti segala sarung dengan rajin saja, lo. Mencuci bantal juga termasuk tahapan membersihkan tempat tidur, <em>Millens</em>. Nah, selama ini bantal luput dalam perhatian orang untuk dicuci.

Seperti ditulis laman Beritagar (20/2/2019), menurut Apartment Therapy, kamu harus mencuci bantal setidaknya dua kali dalam setahun. Bantal mesti dicuci terlebih di tempat yang beriklim tropis dan lembap seperti Indonesia. Tentu saja hal ini dilakukan untuk menghilangkan bau tak sedap dan kotoran pada permukaan hingga seluruh isi di dalamnya.

Memang sedikit merepotkan. Namun, tahu kah kamu berat bantal semakin bertambah berat seiring usia pemakaiannya? Ini disebabkan keringat dan minyak kulit kepala yang terserap beserta debu, bakteri, jamur, dan kuman-kuman lain.

Di daerah tropis seperti Indonesia, tungau debu tumbuh dengan subur. Kesehatanmu bisa terganggu karena bantal yang kotor akan memicu reaksi alergi kulit hingga pernapasan. Duh, tentu kamu nggak mau tidur dengan bantal yang penuh dengan sarang penyakit, kan?

Nah, ada satu hal lagi nih yang perlu kamu tahu sebelum mulai mencuci bantal. Nggak semua bantal bisa dicuci ya, Millens. Bantal berbahan bulu angsa dan bulu biasanya dapat bertahan selama bertahun-tahun. Namun, bantal dengan bahan serat sintetis nggak bisa bertahan lama.

Untuk mengetahui kelayakan bantal, kamu hanya perlu melipat kedua bantal menjadi dua di atas permukaan yang rata. Bila bantal memantul kembali, tandanya bantalmu layak dipakai dan dapat dicuci kembali. Sebaliknya, kalau bantalmu tetap terlipat, tandanya bantalmu harus dilembiru alias lempar beli baru.

Sekarang sudah tahu kan, betapa pentingnya mencuci bantal? Yuk, cuci bantalmu, Millens! (IB07/E04)