Go-Jek Naik Kasta dari Unicorn Jadi Decacorn

Go-Jek Naik Kasta dari <em>Unicorn</em> Jadi <em>Decacorn</em>
CEO Go-Jek Nadiem Makarim. (REUTERS/Darren Whiteside)

Menyusul Grab, Go-Jek kini duduki peringkat Decacorn dengan valuasi sebesar 10 miliar dolar AS. Startup pimpinan Nadiem Makarim ini pun bertengger di peringkat ke-19 secara global.

Inibaru.id – Kabar menggembirakan datang dari Go-Jek. Perusahaan digital di bawah PT Aplikasi Karya Anak Bangsa itu berhasil naik peringkat dari unicorn menjadi decacorn di ranah global. Decacorn merupakan sebuah sebutan untuk perusahaan yang memiliki nilai valuasi (nilai perusahaan) lebih dari 10 miliar dolar AS.

Kompas.com, Jumat (5/4/2019), menulis, menurut laporan lembaga riset CB Insights dalam The Global Unicorn Club, valuasi Go-Jek sudah tembus 10 miliar dolar AS (Rp 141 triliun). Kini, Go-Jek pun menduduki peringkat ke-19 secara global.

Keberhasilan masuk dalam jajaran decacorn bukanlah hal yang mudah bagi Go-Jek. Sejak 2018, startup yang berbasis pada bidang layanan transportasi itu tergolong paling gencar melakukan ragam ekspansi ke sejumlah negara di Asia Tenggara. Go-Jek juga mengoptimalkan layanan pembayaran digital melalui fitur Go-Pay.

Pada 2018, aplikasi digital besutan Nadiem Makarim ini sudah mulai masuk jajaran unicorn. Go-Jek sukses menghimpun dana hingga 1,5 miliar dolar AS dari sejumlah investor kala itu.

Kendati begitu, dibanding dengan perusahaan yang bergerak di bidang serupa, Go-Jek masih kalah tipis dengan Grab. Aplikasi yang sama-sama berwarna hijau itu memiliki valuasi sebesar 11 miliar dolar AS. Sementara, Uber punya valuasi paling besar yakni 72 miliar dolar AS.

Wah, selamat Go-Jek! Semoga perusahaan unicorn lain dari Indonesia seperti Tokopedia dan Traveloka menyusul naik kasta, ya! (IB07/E04)