Akan Dijual untuk Bayar Kuliah, Sapi Warga Sulsel Malah Ditembak Mati Polisi

Akan Dijual untuk Bayar Kuliah, Sapi Warga Sulsel Malah Ditembak Mati Polisi
Ilustrasi- Sapi warga Desa Kembang Ragi ditembak mati oleh anggota Polsek Pasimasunggu. (Inibaru.id/ Audrian F)

Sapi milik warga Desa Kembang Ragi, Kecamatan Pasimasunggu, Selayar, Sulawesi Selatan ditembak mati oleh polisi. Padahal sapi itu sedang hamil dan hendak dijual pemiliknya demi membayar kuliah anak.

Inibaru.id - Sungguh malang nasib Samsudin (74). Warga Desa Kembang Ragi, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan itu hanya bisa pasrah saat induk sapi miliknya ditembak mati oleh anggota Polsek Pasimasunggu Brigpol M. Padahal, induk sapi itu merupakan harapan satu-satunya bagi Samsudin untuk membiayai kuliah anaknya.

Syahrul, putra Samsudin membeberkan kronologi sapi milik ayahnya sampai ditembak oleh polisi. Jadi, pada Minggu (16/8/2020), sapinya dan beberapa sapi warga lainnya masuk ke Kawasan Asrama Polsek. Sapi-sapi ini leluasa masuk ke kawasan tersebut karena kondisi pagar sudah rusak.

“Saat itulah anggota polisi melakukan aksi penembakan,” kata Syahrul dilansir dari Kompas, Kamis (3/9/2020).

Dulu, lahan itu dikelola masyarakat sebagai lahan pertanian atas perintah salah satu polisi. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, lahan tersebut terbengkalai dan nggak terurus. Pagar juga sudah terlihat rusak. 

Ilustrasi- Sesuai kesepakjatan warga setempat, memang saat itu sedang musim lepas ternak. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Ilustrasi- Sesuai kesepakjatan warga setempat, memang saat itu sedang musim lepas ternak. (Inibaru.id/ Audrian F)

Menurut Syahrul, jika mengacu pada Perdes Kembang Ragi yang didasari oleh kesepakatan masyarakat setempat, memang saat ini adalah musim lepas ternak. Jadi wajar saja jika banyak sapi berkeliaran.

Sapi yang Ditembak dalam Keadaan Hamil

Berdasarkan keterangan mahasiswa UIN Makassar ini, sapi milik orang tuanya sedang hamil dan diperkirakan akan melahirkan pada Oktober 2020. 

“Kalau melahirkan, maka anaknya dijual untuk biaya kuliah dan kebutuhan lainnya. Saat ini, ayah sudah tua, tidak bisa kerja keras lagi. Tentu sangat sedih ketika mengetahui sapi yang dipelihara selama ini mati," kata Syahrul.

Kini, keluarga Syahrul hanya bisa menggantungkan kebutuhan ekonomi pada ibunya yang berjualan kue di pasar.

Ilustrasi: sapi. (Twitter/Suarasidoarjofm)
Ilustrasi: sapi. (Twitter/Suarasidoarjofm)

Akibat insiden ini, Syahrul dan Samsudin melaporkan tindakan Brigpol M ke Mapolsek Pasimasunggu. Saat di Polsek, Syahrul ditawari uang Rp 3 juta, namun dia menolak karena harga sapi sebesar Rp 10 juta. Usai musyawarah dengan keluarga besar, diputuskan bahwa keluarga Samsudin hanya mau mendapatkan sapi pengganti.

"Namun sampai saat ini belum ada penggantinya. Harapannya semoga pihak polisi cepat bertindak karena kami juga butuh," kata Syahrul.

Menanggapi kasus ini, Kapolres Selayar AKBP Temmangnganro Machmud mengaku akan memberikan sanksi hukuman disiplin bagi anggota yang melakukan penembakan. Namun, terkait dengan penggantian sapi yang baru, pihaknya masih belum tahu detailnya. Hal yang sama juga diungkap Kapolsek Pasimanggu AKP Kaharudin.

"Saya kurang tahu soal hal tersebut," tutur Temangnganro.

Semoga saja keluarga ini bisa segera mendapatkan sapi pengganti, ya, Millens. (Kom/IB28/E07)