Kalau Air Nggak Bisa Habis, Kenapa Harus Berhemat?

Kalau Air Nggak Bisa Habis, Kenapa Harus Berhemat?
Kelangkaan air bersih. (Cnnindonesia.com)

Air kan nggak bisa habis. Kenapa banyak yang gembar-gembor hemat air?

Inibaru.id - Sebagian orang sangat getol untuk melakukan penghematan air. Apalagi bila musim kemarau melanda, mereka yang tinggal di wilayah sulit air akan mengirit penggunaan air. Padahal, para ilmuwan sudah mengatakan kalau air nggak bakal habis karena selalu bisa diperbarui.

Yap, air memang nggak bakal habis. Namun, kualitas air bisa mengalami perubahan. Hal ini seperti yang disampaikan staf pengajar Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta Widodo Brontowiyono.

"Jumlah air di bumi itu konstan, tidak berkurang atau habis. Tapi, mengalami perubahan energi sesuai hukum termodinamika," terang Widodo.

Menanggapi kasus langkanya air saat musim kemarau, Widodo menjelaskan kelangkaan itu nggak disebabkan air yang habis tapi karena distribusi air yang nggak merata. Di satu tempat, air bersih yang tersedia sangatlah cukup, sedangkan di tempat lain sebaliknya.

Kendati air nggak bakal habis, menghemat air tetap penting dilakukan, Millens. Menurut Widodo, kualitas air bersih yang ada saat ini sudah menurun karena pola hidup yang jelek dan global warming. Nah, untuk menjaga kualitas air bersih agar nggak terus turun, menghemat air bisa jadi salah satu caranya.

“Semakin kaya seseorang maka kebutuhan airnya akan semakin banyak, tidak hanya mandi tetapi juga untuk mencuci mobil (kendaraan) misalnya. Pabrik-pabrik yang dibangun juga mempunyai nilai konsumsi air bersih lebih tinggi,” ungkapnya kepada Inibaru.id lewat telepon.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghemat air. Pertama, kurangi atau batasi konsumsi air bersih.

“Ada dua cara untuk mengurangi atau mencegah konsumsi air bersih terlalu banyak yaitu dengan kesadaran dan peningkatan harga air. Kalau harga air meningkat, masyarakat akan sadar dan mulai berhati-hati dalam menggunakan air. Tapi hal tersebut akan bertentangan dengan hak asasi manusia karena air merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat dikomersialisasi,” kata Widodo.

Selain membatasi konsumsi air, kamu juga disarankan menekan produksi limbah rumah tangga. Hal ini sangat berpengaruh karena produksi limbah yang berlebih bisa mengakibatkan pencemaran air sehingga kualitasnya menurun.

Pemanfaatan sumber daya lain ataupun alih energi juga bisa menjadi solusi, lo. Widodo mengatakan, saat ini, masyarakat masih bergantung pada sumber air tanah dan air sungai. Padahal, mereka juga bisa memanfaatkan air hujan.

“Air hujan juga bisa dipakai kok, tapi mayoritas orang beranggapan kalau air hujan tidak sehat untuk digunakan. Padahal, jika diolah, air itu bisa jadi pengganti sumber air bersih,” ungkapnya.

So, tunggu apa lagi? Yuk, hemat air supaya nggak terjadi krisis air bersih! (Kholid Awr/E04)