Air Sungai Bah Bolon Kembali Normal Setelah Sempat Berwarna Merah

Sungai ini mendadak berubah warna menjadi merah darah, Kenapa ?

Air Sungai Bah Bolon Kembali Normal Setelah Sempat Berwarna Merah
Sungai Bah Bolon. (Foto: Instagram)

Inibaru.id - Senin, 7 Agustus 2017 lalu, warga Simalungun, Sumatera Utara sempat dihebohkan dengan warna air sungai Bah Bolon yang berubah menjadi merah. Karena warna sungai yang sangat tidak biasa ini, warga pun segera mengerubungi area sekitar sungai dan saluran pembuangan irigasi yang dekat dengan Jalan DI Panjaitan. Hal ini tentu membuat kemacetan lalu lintas di jalan DI Panjaitan menuju arah Parapat.

Sebelumnya, banyak warga yang berpikir jika warna merah pada air sungai ini disebabkan oleh darah yang berasal dari tempat pemotongan hewan. Namun, Herwan Saragih yang merupakan Lurah dari Tong Marimbun menduga jika perubahan warna sungai ini berasal dari tumpahan zat pewarna kain tenun ulos yang secara tidak sengaja terbuang di tempat pembuangan sampah yang memang ada di sekitar jalan DI Panjaitan.

Sebagai informasi, tempat pembuangan sampah ini memang berposisi dekat dengan saluran irigasi. Di tempat tersebut ditemukan beberapa bungkus plastik yang berisi sisa zat pewarna bekas. Diduga, telah ada beberapa bungkus plastik sisa zat pewarna lainnya yang tidak sengaja jatuh ke saluran irigasi.

Herwan melanjutkan bahwa belum jelas dari mana sisa zat pewarna ini berasal mengingat di sekitar area tersebut tidak ada pabrik zat pewarna atau pabrik kain. Satu hal yang pasti, perubahan warna air sungai ini sangat meresahkan warga.

Baca juga: Penyanyi Ello Ditangkap Karena Kedapatan Memiliki Ganja?

Badan Lingkungan Hidup Kota Pematang Siantar pun segera bertindak cepat dengan mengambil sampel pewarna yang ada di sekitar TPS ini. Mereka juga langsung memeriksanya di laboratorium. Kepala Badan Lingkungan Hidup setempat, Jekson Gultom, menyebutkan bahwa zat pewarna yang ada di sekitar saluran irigasi ini ternyata berasal dari pewarna kain atau pewarna yang dipakai dalam produki paving block dan sangat berbahaya bagi mahluk sungai dan lingkungan sekitarnya.

Untungnya, perubahan warna air sungai ini hanya terjadi sekitar dua jam saja. Pasalnya pukul 15:30 WIB warna air sungai sudah kembali normal. Warga sekitar Jalan Pane, Jalan Diponegoro, dan Jalan Gereja yang memang dilintasi oleh air sungai ini pun kembali tenang dan lega setelah sempat resah dengan perubahan warna air sungai yang sangat tidak masuk akal ini.

Meskipun sudah kembali normal, Badan Lingkungan Hidup Kota Pematang Siantar menyarankan warga untuk tidak sembarangan bermain atau menggunakan air dari sungai Bah Bolon ini karena dikhawatirkan masih ada sisa-sisa zat pewarna yang tertinggal meskipun sudah tidak lagi mengubah warna air sungai.

Jekson Gultom sendiri menyebutkan bahwa ada baiknya warga sekitar menjaga lingkungan sekitar sungai dan tidak lagi membuang berbagai macam benda pada sungai tersebut, apalagi membuang zat pewarna atau limbah kimia yang berbahaya. Secara undang-undang, diketahui bahwa mereka yang sengaja atau tidak sengaja mencemari lingkungan bisa diancam hukuman penjara. (AS/IB)