Ada yang Kanan, Ada yang Kiri, Mengapa Aturan Lajur Mengemudi Berbeda-beda?

Ada yang Kanan, Ada yang Kiri, Mengapa Aturan Lajur Mengemudi Berbeda-beda?
Di Indonesia, pengemudi menggunakan lajur kiri. Hanya, di negara-negara lain, pengemudi memakai lajur kanan. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Setiap negara memiliki aturan mengemudi yang berbeda. Jika di Indonesia para pengguna jalan berada di lajur kiri, banyak negara di Eropa justru menggunakan lajur kanan. Kok bisa berbeda-beda gini ya?

Inibaru.id – Mengemudi adalah salah satu keterampilan yang dianggap penting. Di negara dengan jumlah kepemilikan kendaraan pribadi yang tinggi seperti Indonesia, keterampilan ini tentu bisa memudahkan mobilitas. Di Indonesia, aturan mengemudi mengharuskan pengguna kendaraan untuk menggunakan lajur kiri dengan kursi kemudi di kanan. Padahal, di negara-negara lain, lajur kendaraan dan posisi kemudi di sebaliknya. Hm, ternyata ini ada sejarahnya, lo.

Kebiasaan mengemudi di sebelah kiri ternyata berasal dari kebiasaan bangsa Romawi Kuno. Dengan mengemudi di sebelah kiri, ini memudahkan kusir mengatur kuda menggunakan tangan kiri. Sepanjang jalan, kusir juga waspada dengan membawa senjata di tangan kanan.

Kebiasaan ini juga diadopsi oleh orang Inggris sejak 1773. Saat itu, kereta kuda masih menjadi transportasi yang penting. Sebagai negara dengan jajahan terbanyak, kebiasaan ini kemudian diturunkan ke negara-negara jajahannya seperti India, Australia, Afrika Selatan, Karibia, dan negara-negara lain.

Kebiasaan ini nggak diikuti Prancis setelah masa revolusi. Untuk menghormati Napoleon Bonaparte yang kidal, pemerintah Prancis menerapkan aturan berkendara di kanan. Aturan ini juga diterapkan di Belanda karena saat itu Belanda menjadi wilayah yang dikuasai Napoleon.

Ketika pasukan Belanda masuk ke Indonesia, kebiasaan ini berubah, tepatnya saat Inggris juga sempat menguasai Indonesia. Nggak heran sekarang kita pun melihat Indonesia menerapkan aturan mengemudi yang sama dengan Inggris.

Aturan lajur mengemudi dipengaruhi oleh sejarah di masing-masing negara. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Aturan lajur mengemudi dipengaruhi oleh sejarah di masing-masing negara. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Amerika Serikat dulu termasuk negara yang menerapkan aturan mengemudi di lajur kiri. Seiring waktu, mereka enggan meniru kebiasaan orang Inggris dan kini mengemudi di jalur kanan. Aturan ini berbanding terbalik dengan beberapa negara Asia seperti Jepang, Singapura, dan Malaysia.

Di Jepang, aturan lajur mengemudi semula menjadi aturan nggak tertulis yang diterapkan oleh para samurai. Pada 1872, Amerika, Prancis, dan Inggris membantu negara ini membangun sistem kereta api. Inggris memenangkan proyek itu sehingga Jepang pun mengadopsi aturan kemudinya. Kini, hanya ada 35 persen populasi dunia yang mengemudi di jalur kiri.

Hm, sebagian orang, khususnya dari Indonesia tentu membutuhkan penyesuaian ketika mengunjungi Eropa yang sebagian besar mengadopsi lajur kendaraan di kanan. Meski awalnya terasa agak aneh, bukan berarti nggak bisa dikuasai ya, Millens.

Entah mengemudi di lajur kanan atau kiri, tentu yang diutamakan adalah keselamatan. Jangan mengemudi sembari menggunakan gawai, apalagi sampai mengonsumsi alkohol ya. Patuhi juga aturan lalu lintas supaya nggak merugikan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Tunggu dulu, Millens, kamu sudah bisa mengemudi, kan? Haha! (Bob/IB15/E07)