Ada Sesar Aktif, Salatiga dan Sekitarnya Rawan Gempa?

Ada Sesar Aktif, Salatiga dan Sekitarnya Rawan Gempa?
Sesar aktif memicu gempa di Salatiga dan sekitarnya. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Warga Salatiga, Ambarawa, dan sekitarnya dikejutkan dengan gempa pada Sabtu (23/10/2021) dini hari. Ternyata, di sekitar wilayah tersebut ada sesar aktif. Masyarakat pun diminta waspada dan memahami mitigasi bencana, khususnya yang dipicu oleh gempa bumi.

Inibaru.id – Warga Salatiga, Ambarawa, Bawen, dan Banyubiru dikejutkan dengan gempa yang terjadi pada Sabtu (23/10/2021) dini hari pukul 00.32.05. Kekuatan gempa memang tidak begitu besar, yakni magnitudo 3.0. Hanya, karena kedalaman pusat gempa nggak begitu dalam, guncangan gempa cukup terasa.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi dan Geofisika Daryono menyebut di wilayah tersebut memang ada sesar aktif yang bisa memicu gempa tektonik. Sesar-sesar tersebut adalah Sesar Merapi – Merbabu serta Sesar Rawa Pening. Melihat fakta ini, warga di sekitar Banyubiru, Bawen, Ambarawa, Salatiga, dan sekitarnya diharapkan menyadari pentingnya mitigasi gempa bumi.

“Seperti pentingnya membangun bangunan tahan gempa atau ramah gempa, memahami cara selamat saat terjadi gempa, karena gempa kuat dapat terjadi kapan saja dari sumber gempa sesar aktif terdekat tersebut,” tulis Daryono di akun Instragam pribadinya, Sabtu (23/10).

Banyak orang nggak menyadari kalau dalam sejarah, wilayah Salatiga, Ambarawa dan sekitarnya memang sudah beberapa kali terjadi gempa dengan kekuatan cukup besar dan dampak yang cukup parah. Sebagai contoh, sejarah mencatat kalau pada 24 September 1849, terjadi gempa yang dirasakan cukup kuat di Semarang, Salatiga, serta Ambarawa.

Bahkan, gempa yang dirasakan di wilayah Ungaran, Ambarawa, dan Banyubiru pada 17 Juli 1865 sampai menyebabkan tembok rumah warga retak. Sementara itu, catatan gempa yang merusak terakhir adalah di Sumogawe, Getasan pada 17 Februari 2014. Meski kekuatannya hanya Magnitudo 2,7, gempa ini memicu dentuman yang cukup kuat dan merusak sejumlah rumah.

Sesar gempa di Pulau Jawa. (Twitter/Jogja_uncover)
Sesar gempa di Pulau Jawa. (Twitter/Jogja_uncover)

Kalau soal gempa yang terjadi tadi malam, Daryono menduga hal ini dipicu aktifnya sesar Merbabu, Merapi, dan Telomoyo.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Diduga kuat sumber gempa sesar aktif yang menjadi pemicu gempa ini adalah Sesar Merbabu Telomoyo,” ungkap Daryono.

Selain gempa utama dengan magnitude 3.0, ada tiga gempa susulan dengan kekuatan yang hampir sama, yakni M 2,9, M 2,5, dan M 2,5 pada 00.42 WIB, 01.25 WIB, dan 02.23 WIB. Lokasinya berturut-turut di 7 km barat Salatiga, 12 km barat laut Salatiga, dan 12 km barat laut Salatiga.

Daryono pun memastikan seluruh rentetan gempa ini berpusat di wilayah Gunung Telomoyo, gunung yang ada di perbatasan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang dengan kekuatan 1.894 di atas permukaan laut (mdpl).

Hingga saat ini, belum ada laporan dari kerusakan gempa yang terjadi semalam.

Hm, kamu merasakan gempa ini juga, Millens? (Lip/IB09/E05)