Ada Penumpang Pesawat Positif Corona, Surat Bebas Covid-19 Dipertanyakan

Ada Penumpang Pesawat Positif Corona, Surat Bebas Covid-19 Dipertanyakan
Penumpang di bandara Padang dan Manado terbukti positif corona setelah menggunakan pesawat. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Beberapa penumpang pesawat sesampainya di bandara tujuan terindentifikasi positif corona meski telah menyerahkan surat bebas Covid-19. Hal ini terjadi di Sulawesi Utara dan Sumatera Barat. Bagaimana kronologinya ya?

Inibaru.id – Surat keterangan bebas Covid-19 yang diwajibkan sebagai syarat bagi setiap penumpang yang pengin naik pesawat ternyata nggak cukup efektif mencegah penularan virus corona. Hal ini dibuktikan dengan adanya kabar beberapa penumpang pesawat dari bandara asal Jakarta menuju Bandara Internasional Minangkabau, Sumatera Barat, dan Bandara Sam Ratulangi, Manado dinyatakan positif corona.

Di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, seorang perempuan berusia 27 tahun dinyatakan positif Covid 19 setelah turun dari penerbangan asal Jakarta. Dia tiba di Manado bersama 32 penumpang lainnya pada 26 Mei 2020.

"Setelah diuji memang positif dan kemudian diumumkan sebagai pasien terkonfirmasi Covid-19 pada Sabtu (6/6)," kata Juru Bicara Tugas COVID-19 Sulawesi Utara, Steaven Dandel pada Sabtu (6/6).

Sebelum terbang, perempuan ini memiliki surat keterangan rapid test dengan hasil non reaktif. Namun, ketika tim Surveilans melakukan rapid test ulang pada penumpang yang tiba di Bandara Sam Ratulangi, hasil tes justru menunjukkan sebaliknya.

Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara. (Suaradewan)<br>
Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara. (Suaradewan)

Di wilayah lain, dua orang perantau asal Sumatera Barat dinyatakan positif Covid-19 usai menjalani tes swab di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Sebagaimana kasus di Manado, maskapai penerbangan yang digunakan dua perantau berinsial RYS dan AS itu adalah Lion Air.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, satu perantau pengin pulang kampung dan satu orang lagi pengin menikah sehingga memutuskan pulang ke Kabupaten Padang Pariaman.

"Beruntung ada pemeriksaan di BIM. Yang asal Padang Pariaman itu pulang karena ingin menikah. Kalau tidak ada tes, bayangkan saja, akan banyak yang akan tertular, orang akan ramai-ramai, calon istrinya itu bisa kena corona juga," tutur Nasrul, Senin (8/6).

Kedua kasus ini membuat masyarakat mempertanyakan jaminan Surat Bebas Covid-19 yang memang ditetapkan Kementerian Perhubungan untuk calon penumpang yang pengin bepergian dengan pesawat.

Komisioner Ombudsman Alvin Lie juga mengkritik kebijakan tersebut. Dia berujar sampel yang dijadikan dasar keluarnya Surat Bebas Covid-19 nggak menunjukkan kondisi terkini penumpang karena diambil beberapa hari sebelumnya.

Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatera Barat. (Detik)
Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatera Barat. (Detik)

Menurutnya, cara efektif untuk mencegah Covid-19 adalah dengan melakukan pengetesan di hari keberangkatan. Baik tes swab atau rapid test. Pihak bandara juga perlu menyiapkan ruang karantina untuk setiap orang ketika menunggu hasil tes keluar.

"Uji Covid-19 (baik swab maupun rapid) dilakukan di bandara pada hari keberangkatan. Usai pengujian, calon penumpang diisolir agar tidak bertemu dengan siapa pun hingga hasil keluar dan waktunya berangkat," ungkapnya.

Sebaiknya memang jangan bepergian yang jauh dulu ya demi mencegah penularan Covid-19, Millens! Sayangi diri dan orang-orang sekitar. (Kom/MG26/E07)