Ada Pedagang Positif Corona, Pasar Pagi Salatiga Akan Ditutup

Ada Pedagang Positif Corona, Pasar Pagi Salatiga Akan Ditutup
Ilustrasi pasar salatiga. (Antara/Aloysius Jarot Nugroho)

Sempat viral di media sosial, Pasar Pagi Salatiga di Jalan Jenderal Sudirman Salatiga ternyata akan ditutup. Hal ini disebabkan oleh adanya pedagang yang positif corona. Padahal, para pedagang sudah menerapkan physical distancing atau jaga jarak. Kok bisa, ya?

Inibaru.id - Pasar Pagi Salatiga kembali menjadi perbincangan masyarakat. Jika sebelumnya pasar ini mendapatkan pujian karena menerapkan physical distancing di antara para pedagang, kini pasar ini dibicarakan karena akan ditutup. Penutupan ini disebabkan oleh salah satu pedagang yang positif terinfeksi Covid-19.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Kusumo Aji mengatakan bahwa rencana penutupan Pasar Pagi diusulkan bersama-sama oleh para pedagang dan dinas. Hal ini dilakukan demi memutus mata rantai penularan virus corona. Meski begitu, penutupan ini nggak berlangsung lama, tepatnya hanya lima hari mulai 24 Mei hingga 28 Mei 2020.

“Ya, rencananya akan ditutup selama lima hari. Ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar Kusumo Aji.

Pasar Salatiga sempat menerapkan jaga jarak di antara pedagang. (Prokompim Setda Salatiga)
Pasar Salatiga sempat menerapkan jaga jarak di antara pedagang. (Prokompim Setda Salatiga)

Menurutnya, selama pedagang libur berjualan, Pasar Pagi akan disterilisasi petugas dengan penyemprotan cairan disinfektan. Diharapkan, hal ini bisa membuat kondisi pasar aman dan terbebas dari virus. Keputusan ini disetujui oleh sekitar 800 pedagang yang mayoritas berasal dari wilayah Kabupaten Semarang.

“Untuk kepastikan penutupan masih menunggu Surat Edaran (SE) dari Wali Kota Salatiga. Tapi, direncanakan mulai Minggu (24/5) hingga Kamis (28/5),” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga Siti Zubaidah membenarkan bahwa satu pedagang dari pasar tersebut yang positif corona. Dinas Kesehatan pun langsung menindaklanjuti hal ini dengan melakukan koordianasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang.

Pedagang yang terinfeksi virus corona adalah Siti Zuraidah. Perempuan ini diketahui sudah berusia 60 tahun dan kini mendapatkan perawatan. Selain Zuraidah, setidaknya ada tujuh orang lainnya yang melakukan rapid test. Hanya, hasil dari tes ini belum keluar. Penyebab Zuraidah terinfeksi virus corona juga belum ditemukan.

Kalau menurut kamu, penutupan sementara Pasar Pagi Salatiga apakah sudah cukup efektif untuk mencegah terjadinya penularan virus corona, Millens? (Sin/IB24/E07)