Ada Minuman Keras yang Terbuat dari Air Kali Ciliwung dan Laku!

Ada Minuman Keras yang Terbuat dari Air Kali Ciliwung dan Laku!
Air sungai Ciliwung ternyata jadi bahan utama minuman keras (miras. (Flickr/Jenaph SS)

Ternyata, ada lo pabrik bir di Jakarta yang membuat minuman keras yang terbuat dari air Kali Ciliwung. Yang mengejutkan, minuman ini laku keras, lo.

Inibaru.id -  Pernah nggak kamu terpikir minuman keras yang terbuat dari air kali Ciliwung? Iya, sungai yang terkenal cukup kotor dan dipenuhi dengan sampah, itu. Secara luar biasa, minuman keras (miras) ini laku, lo.

Memang, hal ini nggak berlangsung pada zaman sekarang. Namun, tetap saja cukup sulit untuk dipercaya ya ada miras yang bahannya diambil langsung dari air kali Ciliwung. Fakta ini terungkap dari sebuah tesis berjudul Air Api di Mulut Ciliwung: Sistem Produksi dan Perdagangan Minuman Keras di Batavia 1873-1898.

Tesis ini dibuat oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada bernama Yusna Sasanti Dadtun. Dalam tesis itu, disebutkan bahwa di zaman kolonial, Sungai Ciliwung sering dijadikan tempat mengalirkan kayu-kayu gelondongan yang dijadikan bahan bakar pabrik, termasuk pabrik pemroduksi minuman keras. Menariknya, salah satu pabrik bir bernama Budjana Yasa juga memakai air sungai tersebut sebagai bahan utama minumannya.

Percaya nggak kalau bir buatan Budjana Yasa ini masih eksis hingga sekarang? Dulu, awalnya pabrik ini dimiliki orang Jerman. Kemudian, orang Belanda kemudian mengambil alihnya. Nah, pada 1950, pabrik ini dinasionalisasi dan kini produknya dikenal dengan nama Anker Bir.

Anker bir, produk PT Delta Djakarta, pabrik yang dulu mengambil air dari Sungai Ciliwung. (Aauisemarang)
Anker bir, produk PT Delta Djakarta, pabrik yang dulu mengambil air dari Sungai Ciliwung. (Aauisemarang)

Pada 1964, pabrik ini masih mengambil air dari Sungai Ciliwung, tepatnya di salah satu bagian Banjir Kanal Timur sebagai bahan utama bir. Untungnya, pabrik ini sudah memakai teknologi modern sehingga air Sungai Ciliwung yang kotor ini bisa disterilkan.

Bahan lain yang dipakai untuk membuat bir adalah gandum, beras, gula, ragi, sejenis bunga palawija dari Eropa bernama mauch, serta hop. Khusus untuk gandum, mauch, serta hop, harus diimpor dari luar negeri. Keberadaan mauch dan hop inilah yang membuat bir lokal buatan Jakarta ini memiliki sensasi pahit yang khas.

Bir yang diproduksi Budjana Yasa ini sering dijual di hotel, pusat perbelanjaan elit, hingga tempat wisata. Penjualannya diawasi dengan ketat oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta. Selain itu, harganya cukup mahal untuk orang biasa, meski jika dibandingkan dengan bir impor, masih lebih murah.

Pada saat DKI Jakarta dipimpin oleh Gubernur Ali Sadikin, pabrik Budjana Yasa ini kemudian dibeli dan kemudian diganti namanya jadi PT Delta Djakarta pada 1970. Nah, investasi Pemprov pada pabrik ini masih ada hingga sekarang.

Kalau menurut kamu, seperti apa rasa minuman keras yang terbuat dari air Kali Ciliwung, Millens? (Kom/IB09/E05)