Ada Kalung untuk Memahami Bahasa Kucing, Akurat Nggak, ya?

Ada Kalung untuk Memahami Bahasa Kucing, Akurat Nggak, ya?
Catterbox, alat yang diklaim bisa menerjemahkan bahasa kucing jadi bahasa manusia. (Theverge/Temptations)

Konon, kalung yang dilingkarkan pada kucing ini mampu memahami bahasa kucing yang tengah mengeong atau mendengkur.

Inibaru.id – Selain Doraemon dan Garfield, kucing agaknya memang ditakdirkan untuk nggak bisa berbicara dengan manusia. Terkadang, hal itu membuat pemilik kucing kebingungan saat mendapati piaraannya terus mengeong atau menggeram.

Namun, pernahkah kamu membayangkan ada alat penyulih suara untuk binatang berupa kalung seperti yang dipakai para anjing dalam film Up (2009)? Hm, kamu nggak perlu membayangkannya, karena alat semacam itu memang benar-benar ada. 

Alat penerjemah bahasa binatang sejatinya bukanlah hal baru di dunia. Namun, tingkat akurasinya memang masih jauh dari sempurna. Salah satu alat penerjemah bahasa kucing yang dianggap paling mendekati sempurna adalah Catterbox.

Pada 2016 lalu, alat tersebut baru berupa prototipe. Saat itu, alat yang dikembangkan The Temptation Lab, London, ini diklaim mempu menerjemahkan bahasa kucing jauh lebih akurat, sehingga membuat kita nggak akan lagi mengalami kesulitan memahami si kucing.

Catterbox berbentuk berbentuk kalung atau aksesori kerah. Saat dipasang di leher kucing, peranti tersebut akan merekam suara kucing, lalu mengonversikannya ke dalam suara manusia. Akurasinya mungkin nggak 100 persen, tapi diklaim mendekati sempurna.

Sensor Alih Bahasa

Banyak penyayang kucing yang ingin berkomunikasi dengan hewan peliharannya. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Banyak penyayang kucing yang ingin berkomunikasi dengan hewan peliharannya. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Catterbox dibuat dengan alat printer 3D dan dilengkapi sejumlah teknologi seperti mikrofon, speaker, serta bluetooth. Di dalam alat tersebut, ada semacam sensor yang bisa mengonversikan bahasa kucing menjadi bahasa manusia. Untuk saat ini, alat itu baru diterjemahkan dalam bahasa Inggris.

“Lewat penelitian ini, kami jadi mengerti kalau kucing dewasa mengeong untuk berkomunikasi dengan manusia, khususnya majikannya," ungkap Direktur The Temptation Lab Pete Simmons pada 2016, yang berharap alatnya itu bakal membuat hubungan kucing dengan manusia semakin baik. 

Namun, hingga kini belum ada lagi berita terkait pengembangan alat tersebut. Kabar tentang Catterbox seolah hilang begitu saja. Hal ini tentu saja membuat banyak pencinta kucing penasaran sekaligus kecewa lantaran keinginan untuk selalu memahami binatang kesayangan mereka pun otomatis pupus.

Wah, sayang sekali ya, Millens. Kalau kalung yang bisa menerjemahkan isyarat hati gebetan, ada juga nggak ya? Ha-ha. (Jaw/IB09/E03)