Ada Apa dengan Sebelas-Dua Belas?

Angka 11 dan 12 memang bersebelahan. Tapi apakah mirip? Kenapa yang mirip-mirip diistilahkan sebagai sebelas-dua belas?

Ada Apa dengan Sebelas-Dua Belas?
Program “Sebelas Dua Belas” yang pernah ditayangkan Kompas TV dan dipandu Pandji Pragiwaksono (Kompas TV)

Inibaru.id – Beberapa waktu berselang, orang demen membuat istilah dengan angka-angka yang berasal dari tanggal. Ada 411 yang merupakan 4 November 2016. Kamu tentu masih ingat, itu demo yang memprotes Ahok, mantan Gubernur DKI Jakarta yang dianggap menistakan agama.

Gerakan itu disusul aksi yang lebih besar pada 2 Desember 2016 yang lalu diistilahkan 212. Yang terakhir ini bahkan baru saja dibuat jadi reuni dengan sebutan Reuni 212.

Tanggal 11 Desember termasuk unik juga. Kalau diangkakan jadi 1112. Nah, sebelum ada kegandrungan istilah pakai angka, kita sudah mengenal ungkapan 11-12 atau sebelas-dua belas. Secara sederhana, itu artinya satu dan lainnya memiliki kemiripan.

Bagaimana ceritanya istilah itu muncul untuk sebutan sesuatu yang hampir sama atau mirip?

Sebenarnya sih nggak ada acuan yang terbilang sahih alias benar. Maklum, istilah itu muncul nggak pada zaman now yang ketika viral bisa dilacak asal mulanya. Istilah itu sudah muncul pada masa yang terbilang zaman old. Jadi, sulit melacak siapa yang kali pertama mengucapkan dan memakainya dalam pergaulan.

Baca juga:
Si Bapak yang Jualan Es Krim di Tengah Laut
Berjuang dari Balik Kostum Babi

Tapi sebagai acuan (kamu boleh percaya boleh nggak), Tim Millens Inibaru.id nukilkan dari situs malesbanget.com. Situs yang fokus ngulas asal-usul itu menuliskan tiga kemungkinan.

(1) Angka 11 atau sebelas itu pengucapannya mirip dengan “sebelah”. Jadi pas ada orang yang mirip terus disandingkan, atau disuruh berdiri sebelah-sebelahan, orang jadi mikir “Oh iya mirip ya kalau sudah disebelahin.” Dan yang sebelahan dengan sebelas itu adalah 12. Jadi dua belas ikut dibawa-bawa deh. Sebelahnya sebelas itu dua belas. Abrakadra, jadilah sebelas-dua belas.

(2) Antara pukul 11 dan pukul 12 siang itu terik mataharinya sama. Posisi mataharinya juga mirip-mirip. Saking miripnya, maka agak susah kalau kita mau membedakan antara pukul 11 dan pukul 12. Karena yang mirip itu 11-12, lahirlah ungkapan itu.

(3) Kemungkinan ketiga ini perlu mikir lantaran agak ilmiah. Ya, angka 12 merupakan sublime number, dan ia juga termasuk ke dalam superior highly composite number, karena 12 merupakan yang punya pembagi lebih banyak dari angka lain. Selain bisa dibagi oleh angka 1 dan angka 12 itu sendiri, angka 12 juga bisa dibagi oleh 2, 3, 4, dan 6, dengan total enam divisor.

Baca juga:
Unggahan Instagram Paling Diapresiasi Warganet Sepanjang 2017
Kenalan dengan Max Born yang Jadi Google Doodle Hari Ini

Nah Millens, sublime itu artinya yang mahamulia atau luhur. Wajar angka 12 itu melambangkan kesempurnaan. Lalu, angka minimum yang mendekati 12 itu kan 11. Jadi yang dianggap punya kemiripan hampir sempurna dengan yang aslinya itu ya angka 11. Jadilah istilah sebelas-dua belas.

Masih belum yakin? Ya nggak apa-apa. Situs malesbanget.com itu juga hanya kasih kemungkinan. Tapi yang nggak bisa dimungkiri adalah: istilah sebelas-dua belas itu untuk menyebut sesuatu yang hampir sama atau mirip. Mau bukti, ada lagu berjudul itu dan program televisi juga memakai tajuk itu. Salah satunya di Kompas TV, pernah ada "Sebelas Dua Belas" yang dipandu Pandji Pragiwaksono. (EBC/SA)