Acara Pernikahannya Viral, Begini Konfirmasi Keluarga yang Terpapar Corona di Semarang

Acara Pernikahannya Viral, Begini Konfirmasi Keluarga yang Terpapar Corona di Semarang
Ilustrasi pernikahan berujung klaster corona. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Kasus positif virus corona mengalami peningkatan di Semarang setelah warga Gayamsari menggelar pernikahan beberapa waktu lalu. Meski sudah menggelar acara dengan mematuhi protokol kesehatan, rupanya sebagian tamu telah terjangkit virus ini. Pihak keluarga pun akhirnya memberikan keterangan terkait dengan hal ini.

Inibaru.id – Jumlah kasus positif virus corona di Kota Semarang, Jawa Tengah, memang cenderung semakin meningkat. Hanya, salah satu penyebab meningkatnya jumlah kasus ini adalah pesta pernikahan yang digelar di Kecamatan Gayamsari, tepatnya di Kelurahan Tambakrejo pada Kamis (116/2020) silam.  Gara-gara terinfeksi Covid-19, ada anggota keluarga yang sampai harus dirawat di rumah sakit.

Keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak itu dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani pemeriksaan di RS Telogorejo. Di berbagai media, disebutkan bahwa acara ini menjadi klaster penyebaran virus akibat tamu yang diundang lebih dari 30 orang. Menanggapi kabar tersebut, Muhammad Syaqrun selaku kerabat mempelai mengatakan bahwa informasi yang beredar nggak benar. Keluarga mempelai hanya mengundang 19-20 orang dan prosesi pernikahan digelar dengan mengikuti protokol kesehatan.

“Akad nikahnya digelar di rumah pengantin. Sudah sepengetahuan Pak Lurah dan Bhabinkamtibnas juga mengawal. “ tutur Syaqrun pada Rabu, (24/6).

Usai acara, adik mempelai kemudian mengeluh sakit sehingga keluarga membawanya ke Rumah Sakit Sultan Agung Semarang. Usai menjalani rapid test, hasilnya non-reaktif. Petugas medis kemudian melakukan pengecekan paru-paru dan mendapati adanya flek. Setelah sang adik dinyatakan positif Covid-19, ayah dan ibu mempelai juga dirawat di rumah sakit yang sama.

Acara pernikahan dihadiri banyak orang sehingga menyebabkan penularan virus corona. (Flickr/Neys Fadzil))
Acara pernikahan dihadiri banyak orang sehingga menyebabkan penularan virus corona. (Flickr/Neys Fadzil))

Pada Minggu (14/6) sang adik meninggal dunia dan dimakamkan di pemakaman khusus Covid-19. Sang ibu yang memiliki riwayat penyakit liver kemudian meninggal dunia pada Senin (15/6) akibat virus yang sama. Ayah sang mempelai hingga kini masih dirawat di rumah sakit dengan riwayat penyakit asam urat.

Petugas medis sudah melakukan swab test terhadap delapan anggota keluarga. Dari hasil tersebut, dua orang dinyatakan positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, seorang pasien diketahui menjalani karantina mandiri. Sementara itu, pasien-pasien lain menjalani karantina di rumah dinas Wali Kota Semarang.

Duh, semoga pandemi segera berlalu ya, Millens. Tetap jaga kesehatan dan selalu patuhi protokol kesehatan di mana pun kamu berada. Hindari pula keluar rumah untuk melakukan kegiatan yang nggak penting. Yuk, sama-sama melawan Covid-19 supaya Indonesia kembali sehat! (Cnn/IB15/E07)