Pelbagai Teror yang Pernah Mendera Pejabat KPK

Pelbagai Teror yang Pernah Mendera Pejabat KPK
Para pejabat KPK kerap mendapat teror. (Suara/Bowo Raharjo)

Teror kerap mendera para penyidik KPK hingga kini. Teror bom, penculikan, hingga ancaman pembunuhan menghantui mereka selama menjadi bagian dari lembaga anti-rasuah itu. Siapa saja yang pernah kena teror?

Inibaru.id – Teror terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali terjadi. KPK secara resmi mengumumkan, dua teror terakhir yang menimpa dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode M Syarif, adalah yang ke-8 dan ke-9. Namun, sejak kasus pertama hingga kini, belum ada satu tersangka pun yang dirilis.

Kasus demi kasus seolah lenyap dimakan waktu. Kasus teror apa saja yang pernah dialami KPK? Berikut rangkumannya!

Teror Bom di Gedung KPK

Pada Januari 2008, teror bom di Gedung KPK mengakibatkan kepanikan pegawai KPK. Mereka diminta segera turun dari gedung untuk menyelamatkan diri.

Setahun berselang, yakni pada Juli 2009, teror kembali datang melalui telepon yang mengatakan bahwa ada bom yang sudah diletakkan di gedung lembaga anti-rasuah tersebut.

Teror Pembunuhan pada Penyidik KPK

Pada 1 Februari 2015, Wakil Ketua KPK saat itu, Bambang Widjojanto, menyebut ada ancaman pembunuhan terhadap sejumlah penyidik dan pegawai Biro Hukum KPK serta keluarganya. Ancaman tersebut datang melalui pesan singkat dan telepon.

Selain itu, keluarga pegawai KPK juga sempat mengaku ditodong pistol di dekat Gedung KPK.

Teror terhadap Penyidik KPK Julian Miftah

Seorang penyidik KPK Afif Julian Miftah juga pernah mengalami teror pada 7 Juli 2015 lalu. Sebuah benda mirip bom, berbentuk kotak, berisi lilitan yang dibebat lakban, ditemukan di rumahnya. Ban mobil Afif juga digembosi. Badan mobilnya juga rusak lantaran sengaja disiram air keras.

Teror Penculikan Pegawai KPK

Rumah perlindungan (safe house) KPK pernah diserbu tanpa aturan hukum. Pegawai KPK juga diancam di bunuh dan diculik. Sayang, kasus ini cukup tertutup dan nggak diketahui kapan terjadinya.

Teror Penabrakan Novel Baswedan

Menangani dua kasus korupsi pada pertengahan 2016, penyidik KPK Novel Baswedan sempat mengalami kecelakaan. Kala itu dia hendak berangkat menuju Kantor KPK di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Nggak lama setelah Novel bersepeda motor keluar dari rumahnya di kawasan Kelapa Gading, ada mobil menyeruduknya. Novel terpental, berguling-guling di jalan, dan mengalami luka pada bagian kaki.

Ini bukanlah penabrakan pertama yang dialami Novel. Sebelumnya, pada 2011, teror serupa juga menghantui Novel. Namun, penabrak salah sasaran. Alih-alih menabrak Novel, penabrak malah menyasar penyidik KPK lain bernama Dwi yang kebetulan bertubuh mirip dengan Novel.

Teror Air keras di Wajah Novel Baswedan

Pada 11 April 2017, dua orang nggak dikenal menyiram wajah Novel Baswedan dengan air keras. Novel diserang seusai melaksanakan salat Subuh di dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibat penyiraman ini, mata kiri Novel rusak parah.

Teror Bom di Rumah Ketua dan Wakil Ketua KPK

Teror bom terjadi di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pada Rabu (9/1/2019). Barang yang diduga bom tersebut berada di dalam tas hitam yang ditemukan tergantung di pagar depan rumah Agus di kawasan Jatiasih, Bekasi.

Sementara, rumah Laode di kawasan Kalibata dilempar bom molotov botol, menyebabkan dinding bagian depan rumah Laode berbekas hitam akibat asap.

Hm, sampai kapan teror semacam itu bakal terjadi? Sampai kapan tersangka kasus-kasus tersebut bisa ditangkap? Kita tunggu saja! (IB07/E03)