7 Kecamatan Terendam Banjir, Pemkab Ponorogo Siapkan Tempat Evakuasi

7 Kecamatan Terendam Banjir, Pemkab Ponorogo Siapkan Tempat Evakuasi
Kondisi di Kelurahan Paju, Kota Ponorogo. (suarakumandang.com)

Intensitas hujan yang meningkat dari awal bulan ini telah mengakibatkan banjir di beberapa wilayah Indonesia. Bahkan di Ponorogo tercatat ada 7 kecamatan yang terendam banjir dan mengharuskan warganya untuk mengungsi.

Inibaru.id – Curah hujan tinggi dan tanggul jebol di Kecamatan Sambit dan Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo membuat sebagian wilayah di kabupaten tersebut terendam banjir.

Detik.com, Kamis (7/3) mencatat, ada 7 kecamatan yang terendam cukup parah seperti Siman, Balong, Sukorejo, Ponorogo, Slahung, Kauman dan Mlarak. Karena itu, sebagian besar warga di wilayah-wilayah ini harus dievakuasi. Tercatat ada 450 warga yang mengungsi. Mereka dibagi ke dua posko yaitu Gedung Sasana Praja dan Masjid Agung.

Akses utama penghubung antarprovinsi di Jalan Raya Ponorogo-Wonogiri pun terendam sedalam 50 cm. Alhasil, banyak kendaraan yang mogok. Curah hujan yang tinggi juga mengakibatkan longsor di Desa Cepoko, Kecamatan Ngrayun.

Untuk menyikapi bencana tersebut, pihak Pemkab bekerja sama dengan TNI, Polri serta petugas BPBD melakukan evakuasi dan menyiapkan tempat pengungsian. Sayangnya, proses evakuasi terhambat karena minimnya persediaan perahu karet.

Kondisi yang paling memprihatinkan dialami warga di Dusun Prayungan, Kelurahan Paju yang terisolir. Banjir mencapai ketinggian 1 meter sehingga membuat warga harus berjalan kaki melewati banjir demi sampai ke tempat pengungsian.

"Iya kalau warga sana mengungsi ke masjid setempat, perahu karet kita cuma punya 3 dan sudah dipakai di tempat lain. Warga di sana terpaksa ke tempat pengungsian harus berjalan," kata Kepala BPBD Ponorogo Imam Bashori kepada Detik.com.

Semoga banjir lekas surut dan warga dapat beraktivitas seperti biasa ya, Millens. (IB23/E05)