7 Cara Cerdas Hadapi Teman yang Datang Pas Butuh Doang

7 Cara Cerdas Hadapi Teman yang Datang Pas Butuh Doang
Menolak bukan berarti nggak mau tanpa alasan. (Gurl)

Teman itu ya saling tolong menolong, bukan datang pas butuh saja. Kamu bukan charger yang bisa dipakai pas baterai habis doang.

Inibaru.id - Pasti menyebalkan ya, Millens kalau teman datang saat butuh dan menghilang begitu saja setelahnya. Nggak berlebihan kok kalau kamu merasa dimanfaatkan. Biar kamu nggak merasa kecewa berlarut-larut, baca deh tips menghadapi teman semacam itu.

Jangan Takut Menolak

Jika bantuan yang inginkan oleh teman terasa berat maka kamu berhak menolaknya. Bukan berarti nggak mau menolong, tapi daripada nggak ikhlas mending nggak usah.

Stay Cool

Meskipun temanmu punya sifat bagai jelangkung tapi kamu tetap harus tenang dan jangan emosi. Dengarkan saja apa yang ingin dikatakan, siapa tau kamu mempunyai solusi untuk masalahnya. Tetap berpikir positif agar hubungan pertemanan juga nggak renggang.

Bantu Saja Meski Hanya Sekali

Jangan selalu menolaknya, sesekali jika nggak merugikan kamu bisa membantunya. Meski suka lupa diri setelah dibantu, kamu tetap kembali pada poin sebelumnya yaitu berpikir positif. Bisa jadi dia datang kepadamu memang karena dia merasa hanya kamu yang bisa membantunya.

Beri Alasan Atas Penolakanmu

Dalam hidup bersosialisasi ada baiknya mengurangi musuh dan memperbanyak teman. Karena itu, dia berhak tahu apa alasan kamu menolak untuk membantunya. Yang jelas kamu menolaknya secara baik-baik ya.

Arahkan Dia untuk Dibantu Orang Lain

Meski kamu nggak bisa menolongnya, setidaknya beri dia solusi kepada siapa dia bisa menyelesaikan masalahnya. Dengan begitu dia bisa meminta tolong pada orang lain atas arahanmu.

Sadari akan Kemampuan Diri

Jika kemampuanmu nggak sampai buat bantu dia tapi kamu tetap memaksakan diri, mending berhenti dan katakan kalau kamu nggak bisa. Jangan sampai nantinya kamu menjadi budak tanpa kamu sadari.

Anggap Saja Kedatangannya Pujian Buat Kamu

Dia datang padamu saat butuh itu berarti kamu adalah orang yang bermanfaat dan berguna untuk orang lain. Jika dipikir secara positif maka kamu berhak bangga atas dirimu sendiri. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi orang lain?

Dimanfaatkan oleh orang lain memang menyakitkan tapi jika kamu selalu berpikir positif maka kamu nggak akan merasa tersakiti. Membantu itu mendapat pahala lo, apalagi jika membantu dengan ikhlas. (IB30/E05)