6 Pikiran Konyol Ini Buktikan Kamu Belum Siap Menikah

6 Pikiran Konyol Ini Buktikan Kamu Belum Siap Menikah
Jangan sampai kamu menikah karena terdesak pikiran konyol ya. (Inibaru.id Triawanda Tirta Aditya)

Kamu mungkin dengan mantap bilang siap menikah. Tapi, kalau ada pikiran-pikiran seperti ini berarti kamu belum siap. 

Inibaru.id – Menikah adalah langkah serius. Karena itu, tanyakan pada dirimu apa yang kamu pikirkan tentang sebuah pernikahan. Kalau jawabanmu adalah hal-hal konyol berikut ini, mending ditunda dulu, sebab kamu belum siap membina rumah tangga. Apa saja ya?

1. Sudah Laku Nggak Perlu Dandan

Banyak yang malas tampil rapi dan menarik setelah menikah karena merasa sudah laku. (Freepik)
Banyak yang malas tampil rapi dan menarik setelah menikah karena merasa sudah laku. (Freepik)

Meski sudah menikah, kamu tetap harus menjaga penampilan di depan pasangan. Mentang-mentang sudah laku, kamu merasa dandan nggak penting. Padahal, kamu perlu mempertahankan pasangan dengan membuatnya betah. Berdandan adalah salah satu caranya.

2. Bisa 'Wik-Wik' secara Halal

Menikah bukan cuma sebatas menghalalkan hubungan badan. (Freepik)
Menikah bukan cuma sebatas menghalalkan hubungan badan. (Freepik)

Kamu kebelet nikah karena nggak kuat nahan nafsu berhubungan intim? Menikah bukan sebatas pengesahan hubungan seksual laki-laki dan perempuan, lo. Di dalamnya terkandung konsekuensi dan tanggung jawab besar.

Bisa jadi kamu akan menemui berbagai persoalan serius yang nggak bisa diselesaikan cuma dengan berhubungan badan. Butuh kedewasaan di dalamnya.

3. Nggak Mau Kalah dengan Teman

Pernikahan bukan perlombaan, usia bukan standar absolut seseorang melepas masa lajang. (Freepik)
Pernikahan bukan perlombaan, usia bukan standar absolut seseorang melepas masa lajang. (Freepik)

Bagi perempuan, memasuki usia pernikahan memang bisa jadi pelik. Melihat teman-teman sebaya satu per satu melepas masa lajang akan membuat resah. Tapi, menikah bukan lomba.

Usia matang nggak membuat seseorang siap berumah tangga. Karena itu, nggak usah iri atau terbebani kalau ada teman sebaya yang menikah.

Menikah karena sudah terbentur usia bukan keputusan yang bijak.

4. Menikah Agar Nggak Lagi Kesepian

Belum tentu kesepian akan hilang dengan menikah. (Freepik)
Belum tentu kesepian akan hilang dengan menikah. (Freepik)

Kamu mungkin berpikir kalau dengan menikah kamu nggak akan merasa kesepian. Ada pasangan yang selalu menemani. Padahal, bisa saja pernikahan akan menciptakan kesepian dalam format yang baru.

Orang boleh berharap dengan menikah pasangan akan bisa diajak berbagi suka dan duka. Siapa pun yang berpikir begini mungkin saja lupa kalau nggak selamanya dua orang saling sepemikiran.

5. Menikah Jadi Jaminan Hidup Bahagia

Menikah nggak selalu jadi kunci kebahagiaan. (Freepik)
Menikah nggak selalu jadi kunci kebahagiaan. (Freepik)

Menikah dan bahagia adalah dua kata yang berbeda. Keduanya nggak selalu bisa berbanding lurus. Nggak semua orang yang menikah bisa hidup bahagia.

Menikah hanyalah salah satu cara meraihnya. Kamu bisa saja lo bahagia tanpa menikah.

Bahagia itu butuh usaha, Millens. Nggak cuma dari kamu tapi dari pasangan juga. Kalau cuma salah satu yang berusaha, mana bisa pernikahan itu bahagia?

6. Menikah untuk Dapat 'Subsidi'

Dengan menikah bisa dibiayai beli make up? Duh, naif sekali. (Freepik)
Dengan menikah bisa dibiayai beli make up? Duh, naif sekali. (Freepik)

Biasanya perempuan yang punya pemikiran seperti ini. Menikah hanya untuk mendapat jatah skincare tanpa repot kerja. Tinggal minta atas dasar nafkah. Meminta nafkah memang dibenarkan, tapi kamu mungkin akan pusing ketika kebutuhan kian bertambah.

Boro-boro untuk beli bedak, membeli kebutuhan pokok saja harus dihemat. Jadi, buang jauh-jauh.

Jadi begitu ya, Millens, pikiran-pikiran naïf seseorang yang sebenarnya belum siap menikah. Jangan sampai kamu menyesal hanya karena mengejar kata “sah” ya. Yakinlah satu kata itu cuma permulaan. (hip/IB21/E03)