6 Bir Kuno Berbahan Aneh dari Seluruh Dunia

6 Bir Kuno Berbahan Aneh dari Seluruh Dunia
Ilustrasi bir. (Tapiture)

Masyarakat kuno dari berbagai belahan dunia memproduksi bir dengan berbagai bahan. Beberapa membuatnya dari bahan yang nggak biasa.

Inibaru.id – Berbagai macam minuman beralkohol seperti bir, whiskey, hingga wine telah umum dikenal oleh masyarakat. Selain itu ada pula minuman beralkohol khas dari negara lain seperti soju dari Korea Selatan, tequila dari meksiko, atau sake dari Jepang.

Sejak 1000 tahun SM, manusia telah memiliki keterikatan dengan alkohol. Masyarakat kuno umumnya membuat alkohol dari bahan-bahan alami yang terdapat di sekitar mereka. Bahkan beberapa bahan ini mungkin asing di telingamu.

Bir Kuno Berbahan dasar Aneh

Lalu apa saja sih jenis minuman beralkohol dari peradaban kuno?

1. Bir Tertua dari Israel

Bir tertua di Irak. (Latercera)
Bir tertua di Irak. (Latercera)

Pada 1956, Para arkeolog menemukan artefak yang diduga dipakai untuk membuat bir pada 13 ribu tahun yang lalu di Haifa, Israel. Penemuan ini membuat gelar pembuat minuman beralkohol tertua di dunia dipegang oleh Israel.

Residu yang terdapat di artefak menunjukkan bahwa mereka menggunakan gandum, oat, barley, kacang-kacangan (legume), dan serat lenan yang kemudian dicampur air dan didiamkan beberapa hari agar terfermentasi. Namun begitu minuman ini diketahui punya tekstur seperti bubur dan nggak memiliki kadar alkohol yang tinggi.

2. Pulque dari Meksiko

Terbuat dari tumbuhan agave. (Twitter)
Terbuat dari tumbuhan agave. (Twitter)

Minuman beralkohol ini diketahui dikonsumsi sekitar 2 ribu tahun lalu di Meksiko. Suku Aztec merupakan masyarakat yang menciptakan minuman yang jadi cikal bakal tequila yang sangat mendunia tersebut.

Minuman ini terbuat dari fermentasi tanaman maguey atau agave. Tanaman ini tampak seperti sukulen raksasa yang biasa tumbuh di area tandus. Suku Aztec biasa menggunakan pulque dalam upacara keagamaan. 

3. Hajji Fairuz dari Iran

Terbuat dari anggur. (iStockphoto)
Terbuat dari anggur. (iStockphoto)

Berdasarkan penemuan artefak oleh para arkeolog, minuman ini diperkirakan dikonsumsi pada 5400-5000 SM. Dari residu yang tertinggal pada artefak, masyarakat Iran memproduksi hajji fairuz tepe menggunakan anggur yang hampir mirip dengan wine namun diawetkan menggunakan resin. Mereka juga membuat minuman ini menjadi dua jenis yaitu berwarna putih dan merah.

4. Retsina dari Yunani

Berbahan dasar resin pinus. (Wikimedia)
Berbahan dasar resin pinus. (Wikimedia)

Minuman ini memiliki rasa seperti ringan dan asam layaknya minyak turpentine atau tusam. Cita rasa ini berasal dari resin pinus yang didiamkan sehingga menjadi minuman sejenis wine bagi masyarakat Yunani.

Minuman ini bahkan dijuluki sebagai "Greek wines of the Gods" atau wine Yunani para dewa-dewi. Uniknya, retsina masih sering dinikmati masyarakat Yunani hingga sekarang.

5. Bir Herbal dari Mesir Kuno

Gandum jadi salah satu bahan bakunya. (Gettyimages)
Gandum jadi salah satu bahan bakunya. (Gettyimages)

Nggak hanya peradabannya yang menjadi cikal bakal peradaban dunia, masyarakat Mesir kuno juga mahir membuat bir lo. Bir herbal ini mereka konsumsi sehari-hari, Millens! mereka menggunakan anggur, gandum yang dipanggang, jamur, resin, serta barley untuk membuat bir.

Bahan-bahan ini kemudian difermentasi untuk mengubahnya menjadi minuman beralkohol yang nikmat. Istimewanya, bir ini juga dipercaya dapat mengobati berbagai macam penyakit lo!

6. Conditum Paradoxum dari Romawi Kuno

Conditum paradoxum. (Google)
Conditum paradoxum. (Google)

Nggak hanya Mesir Kuno, masyarakat Romawi Kuno juga memiliki conditum paradoxum yang terbuat dari rebusan madu, kurma, anggur putih, saffron, hingga merica hitam. Minuman ini diketahui punya rasa yang lebih manis.

Bir ini disuguhkan untuk para musafir dan dibawa ketika masyarakat sedang bepergian. Karena dapat menimbulkan rasa hangat pada tubuh, masyarakat sering menyimpan bir ini untuk musim dingin.

Itulah berbagai macam bir dengan bahan dasar yang nggak biasa dari berbagai belahan dunia. Mana yang menurutmu paling unik, Millens?(IDN/IB27/E05)