5 Tanda Gunung Berapi akan Meletus

Peningkatan aktivitas gunung berapi menuju status “Awas” terlihat dari bertambahnya suhu udara di sekitar gunung tersebut yang di antaranya mengakibatkan sumber air mongering dan satwa liar turun gunung.

5 Tanda Gunung Berapi akan Meletus
Debu vulkanik yang membumbung tinggi dalam erupsi Gunung Sinabung di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. (Foto: EPA via Daily Mail)

Inibaru.id – Status “Awas” atau Level IV yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologis (PVMBG) pada Gunung Agung sejak Jumat (22/9/2017) menandakan gunung tertinggi di Pulau Dewata itu akan segera meletus. Proses evakuasi pun dilakukan. Penduduk setempat diungsikan. Jalur pendakian juga sudah ditutup.

Awas merupakan level terakhir dari empat tahapan prediksi bencana yang dikeluarkan PVMBG. Sejumlah faktor menjadi pertimbangan keputusan menaikkan level dari status sebelumnya, yakni “Siaga”.

Dilansir dari Beritasatu, setidaknya ada lima tanda gunung berapi akan segera mengalami erupsi. Ciri-ciri tersebut antara lain:

Baca juga: 13 Fakta Kondisi Gunung Agung yang Wajib Diketahui

Baca juga: Gunung Agung Berpotensi Meletus, Inggris Keluarkan Travel Advice

1. Peningkatan Temperatur secara Drastis

Aktivitas magma yang meningkat pada lapisan bawah kawah menimbulkan hawa panas. Saat jarak antara magma dengan permukaan bumi kian dekat, suhu lereng dan sekitar kawah pun akan naik dengan cepat hingga melampaui ambang batas normal.

2. Sumber Air Mengering

Cadangan air tanah bisa menguap lantaran panas yang berasal dari magma. Aktivitas magma yang kian dekat dengan permukaan tanah akan membuat mata air mengering atau suhunya memanas bahkan hingga mendidih.

3. Frekuensi Gempa Tremor Meningkat

Tekanan endogen yang begitu besar mendorong aktivitas magma ke segala arah. Lapisan bebatuan yang tertekan pun menimbulkan getaran yang dikenal sebagai gempa.

4. Binatang Gunung Bermigrasi

Satwa liar yang tinggal di gunung seperti kera, rusa, hingga harimau, biasanya akan mulai “turun gunung”. Hal ini dipicu oleh peningkatan suhu dan aktivitas vulkanik. Binatang-binatang yang merasa tidak nyaman turun ke kaki gunung, bahkan tak jarang masuk ke pemukiman warga.

5. Suara Gemuruh

Suara-suara gemuruh disebabkan oleh aktivitas magma yang hendak keluar melalui kawah. Biasanya tanda suara gemuruh ini diikuti oleh gempa. Pada status siaga, aktivitas ini sering diikuti dengan keluarnya gas dan debu vulkanis.

Apabila frekuensinya kian meningkat,  gunung berapi hampir dipastikan akan segera meletus, terlebih pada saat gunung berapi sudah memasuki level “Awas”. (GIL/SA)