5 Kesalahan dalam Investasi yang Perlu Kamu Hindari

5 Kesalahan dalam Investasi yang Perlu Kamu Hindari
Ilustrasi: investasi. (Liputan6)

Investasi jadi tren yang kini diminati oleh segala usia. Namun nggak jarang investor terjebak dalam hal yang bisa membuatnya bangkrut. Lalu, apa saja kesalahan dalam investasi yang perlu dihindari?

Inibaru.id – Keuntungan menjadi tujuan siapa saja yang akan berinvestasi. Namun, investasi nggak selamanya berjalan mulus. Semakin tinggi keuntungan, risikonya juga semakin besar.

Terlepas dari faktor-faktor eksternal seperti resesi ekonomi, bencana alam, atau gonjang-ganjing politik suatu negara, banyak investor justru menanggung kerugian yang besar karena kesalahan mereka sendiri.

Untuk menghindari hal tersebut, agaknya kamu perlu mengetahui kesalahan-kesalahan apa yang dapat membuatmu gagal berinvestasi ini. Apa saja?

Ingin Cepat Untung

Untuk memperkecil risiko, pilihlah investasi jangka panjang. (Pixabay/Nattanan Kanchanaprat)
Untuk memperkecil risiko, pilihlah investasi jangka panjang. (Pixabay/Nattanan Kanchanaprat)

Beberapa orang memilih investasi jangka pendek untuk mendapatkan untung secara instan. Namun, hal ini berisiko lebih besar karena imbal dari investasi dapat tergerus inflasi. Nilai imbal ini bisa lebih rendah atau sama dengan tingkat inflasi tahunan.

Maka, cobalah berinvestasi jangka panjang untuk mengurangi risiko yang terlalu besar.

Nggak Punya Tujuan

Jangan hanya ikit-ikutan. (HowStuffWorks)
Jangan hanya ikit-ikutan. (HowStuffWorks)

Jangan sekali-kali berinvestasi tanpa tahu tujuan atau hanya keren-kerenan belaka. Hal ini bisa membuatmu asal pilih instrumen dan nggak paham risiko. Padahal, sejatinya, seorang investor harus punya tujuan seperti investasi untuk kebutuhan pendidikan anak, DP rumah, atau  biaya hari tua.

Untung Besar Risiko Kecil

Ilustrasi keuntungan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Ilustrasi keuntungan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Istilah high risk high return menjadi sangat relevan di dunia investasi. Besarnya keuntungan biasanya akan berbanding lurus dengan besarnya risiko.

Investor yang maunya untung besar dengan risiko kecil biasanya akan mudah tergiur iming-iming dari investasi ilegal. Banyak kasus uang investor yang malah dibawa kabur oleh perusahaan. Jangan sampai hal ini menimpamu ya!

Investasi pada Satu Instrumen

lakukan diversifikasi produk. (RCTI+)
lakukan diversifikasi produk. (RCTI+)

Ada satu istilah dalam dunia investasi: Jangan meletakkan telur pada satu tempat. Maksudnya, jangan hanya berkutat pada satu produk saja. Lakukan diversifikasi produk untuk melindungi neraca keuanganmu jika salah satu produkmu mengalami kerugian.

Contohnya, jika kamu sudah berinvestasi emas yang sudah dikenal dengan safe heaven, cobalah berinvestasi saham. Jika salah satunya merugi, kamu bisa mendapatkan keuntungan dari yang lain. Pun sebaliknya.

Terburu-buru Mengambil Keputusan

Jangan terburu-buru. (CNBC)
Jangan terburu-buru. (CNBC)

Putuskan dengan matang sebelum membeli atau menjual produk investasimu, semisal saham. Taruhlah modal di reksadana atau yang lainnya. Lakukan analisis agar dapat mengambil langkah yang tepat, dan pertimbangkan langkah yang dapat mendatangkan keuntungan maksimal.

Bagimu yang pengin berinvestasi, nggak ada salahnya untuk mempelajari seluk beluknya terlebih dahulu ketimbang hanya ikut-ikutan. Jangan sampai tujuanmu berinvestasi yang pengin untung malah jadi buntung. He-he. (Kom/IB27/E03)