5 Hal yang Membuktikan Perjuangan Ibu Tunggal Berlipat-Lipat!

5 Hal yang Membuktikan Perjuangan Ibu Tunggal Berlipat-Lipat!
Ilustrasi: Ibu tunggal akan melakukan apa pun untuk anaknya. (Pixabay/Sasin Tipchai)

Sering dilecehkan, menanggung beban sendirian, dan mendapat komentar miring, menunjukkan bahwa menjadi ibu tunggal tidaklah mudah. Apa saja sih perjuangan yang ibu tunggal yang jarang diketahui orang?

Inibaru.id - Membesarkan anak bersama pasangan adalah impian setiap orang tua. Pun bagi perempuan. Nggak ada yang pernah berharap membesarkan anak sendirian. Tentu ada banyak mimpi dan harapan bersama pasangan supaya buah hati menjadi lebih baik.

Namun, apa daya, kadang perempuan harus berjuang membesarkan anak sendirian karena satu dan lain hal. Bagi perempuan yang tengah berjuang demi buah hati tanpa suami, beberapa hal ini mungkin bisa mewakili isi hatimu.

1. Menjalani Peran Ganda

Ibu tunggal selalu serbabisa. (Mindbodygreen.com)
Ibu tunggal selalu serbabisa. (Mindbodygreen.com)

Para perempuan yang jadi orang tua tunggal tentu butuh tenaga ekstra untuk merangkap peran sebagai seorang ibu sekaligus ayah. Nggak jarang mereka merasa beban di pundak terlalu berat dan melelahkan jika ditanggung sendiri. Namun, demi sang buah hati, mereka tetap berusaha tegar.

2. Kadang Rindu Sosok Pendamping

Ibu kadang merasa lelah. (Healthline)
Ibu kadang merasa lelah. (Healthline)

Perasaan lelah dan rindu sosok pendamping kadang menghinggap. Bahkan, di saat tertentu, kadang seorang ibu tunggal juga merindukan sosok suami yang dapat menemaninya berjuang untuk sang buah hati.

Meski sering mendapat saran untuk menikah lagi, baginya anak adalah prioritas utama. Jadi, saran untuk menikah lagi sebaiknya nggak perlu dilontarkan untuk mereka. Bukankah kamu lebih baik menjadi support system-nya alih-alih memberi saran yang sebetulnya dia sudah tahu? 

3. Terdesak Kebutuhan

Kebutuhan harus ditanggung sendiri. (Freepik)
Kebutuhan harus ditanggung sendiri. (Freepik)

Si kecil mungkin sedang butuh banyak biaya, perempuan yang jadi orang tua tunggal perlu banting tulang untuk memenuhi kebutuhan. Kadang, situasi ini memunculkan beban mental dan fisik yang begitu berat.

Namun, melihat senyum buah hati adalah obat yang selalu mujarab dan membuat mereka nggak mau menyerah. Apa pun untuk buah hati, betul?

4. Tetangga Nyinyir dan Usil

Nggak jarang dapat omongan miring. (iStock)
Nggak jarang dapat omongan miring. (iStock)

Bukannya dapat dukungan, ibu tunggal juga cenderung mendapat pandangan negatif dan omongan nyinyir tetangga. Belum lagi, terkadang ada saja tetangga yang usil, menganggap mereka defenseless atau perempuan gampangan. Ini kultur sosial di Indonesia yang iyuh banget, sih!    

Yap, perlakuan seperti ini tentu saja berat, apalagi kalau nggak ada partner, sahabat, atau teman, untuk mereka berkeluh kesah. Namun bagaimana pun, mereka adalah perempuan kuat. Jadi, sandungan kecil seperti itu kayaknya nggak berarti apa-apa, deh.

5. Apa Pun untuk Sang Buah Hati

Mereka nggak ingin buah hatinya mengalami hal yang sama. (Pixabay/Ebrahim Amiri)
Mereka nggak ingin buah hatinya mengalami hal yang sama. (Pixabay/Ebrahim Amiri)

Di balik suka dan derita para ibu tunggal ini, terselip doa agar anaknya nggak mengalami hal serupa. Pada akhirnya, ibu akan mempertimbangkan segala hal demi sang buah hati.

Itulah beberapa perasaan yang kerap hinggap di benak perempuan yang menjadi orang tua tunggal. Namun, nggak perlu merasa sendiri kok, karena sekarang banyak komunitas yang dapat memberikan dukungan untuk kamu.

Selalu fokus pada energi positif dan mencari support system yang akan terus mendukungmu ya, Millens! Ibu tunggal atau bukan, kamu tetaplah orang tua yang sempurna bagi anakmu! (Hip/IB27/E03)