5 Fakta Menarik Proses Penetapan Jokowi-Ma’ruf Sebagai Paslon Terpilih

5 Fakta Menarik Proses Penetapan Jokowi-Ma’ruf Sebagai Paslon Terpilih
Jokowi-Maruf ditetapkan sebagai paslon terpilih. (Setkab)

Minggu (30/6/2019), KPU menetapkan Jokowi-Maruf sebagai Capres-Cawapres terpilih setelah menjalani proses Pemilu 2019. Berikut adalah fakta-fakta menarik dari acara tersebut.

Inibaru.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi menetapkan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo – Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil persiden terpilih. Penetapan ini dilakukan KPU usai menjalani berbagai tahapan Pilpres 2019. Apa sajakah fakta menarik dari proses penetapan ini?

Laman Kompas, Senin (1/7/2019) menulis ada lima fakta menarik dalam acara penetapan ini. Berikut adalah beberapa di antaranya.

  1. Diadakan pada Minggu (30/6).

Acara penetapan Jokowi-Ma’ruf sebagai paslon terpilih diadakan pada Hari Minggu (30/6) dalam rapat pleno terbuka yang diadakan di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta.

“Menetapkan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019, Nomor Urut 01, Saudara Ir. H. Joko Widodo dan Profesor Dr (HC) KH. Maruf Amin dengan perolehan suara 85.607.362 suara atau 55,5 persen dari total suara sah yang masuk secara nasional untuk periode 2019-2024,” ucap Ketua KPU, Arief Budiman.

  1. Dihadiri elite pemerintahan dan partai politik

KPU mengundang berbagai elite partai politik (parpol) dan dari kementerian atau lembaga lainnya untuk hadir di acara ini. Beberapa tokoh yang hadir adalah Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto, Ketua Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua PBB Yusril Ihza Mahendra, and Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir. Dari kubu 02, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan dan Sekjen PAN Eddy Suparno juga datang.

  1. Prabowo – Sandi nggak datang

Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo – Sandiaga tidak datang ke rapat pleno ini. Mereka hanya mengirim Juru Bicara Direktoran Advokasi Badan Pemenangan nasional (BPN) Habiburokhman. Habiburokhman sempat menjabat tangan Jokowi dan Maruf dan menerima salinan surat keputusan KPU tentang penetapan capres dan wapres terpilih.

  1. Jokowi-Ma’ruf meminta masyarakat bersatu kembali

Dalam sambutannya, Jokowi meminta masyarakat kembali bersatu dan nggak lagi terbelah membela 01 dan 02.

“Kita harus bersatu kembali menjadi Indonesia, negeri Pancasila yang mempersatukan,” ucap Jokowi.

Sementara itu, Ma’ruf meminta masyarakat nggak lagi tidak bertegur sapa antar tetangga, teman, atau keluarga hanya karena perbedaan pilihan politik.

“Indonesia negara yang besar. Nggak bisa hanya dibangun satu, dua atau sekelompok orang. Mari kita bersatu kembali,” pinta Ma’ruf.

  1. Jawaban Jokowi saat ditanya kapan bertemu Prabowo

Saat ditanya wartawan tentang rencana untuk bertemu Prabowo, Jokowi justru memberikan jawaban yang mengambang.

“Tanyakan dulu ke Pak Prabowo, kapan mau bertemu Jokowi,” ucapnya.

Jokowi juga menyebut belum membahas tentang ajakan kubu oposisi untuk masuk ke dalam pemerintahan.

“Masih perlu waktu. Saya harus bicara dulu dengan Koalisi Indonesia Kerja,” katanya.

Kalau menurut Millens, sebaiknya apakah kedua kubu ini bersatu dalam pemerintahan demi membangun bangsa atau nggak? (IB09/E 04)