5 Alasan Logis Ngabuburit Menjadi Tradisi Bulan Ramadan

5 Alasan Logis Ngabuburit Menjadi Tradisi Bulan Ramadan
Alun-alun Semarang menjadi salah satu tempat favorit ngabuburit. (Baca.co.id)

Ngabuburit menjadi aktivitas yang nggak boleh dilewatkan. Tapi apa sih yang membuat ngabuburit begitu lekat dengan Ramadan?

Inibaru.id - Jika bicara mengenai ngabuburit pasti ingat dengan bulan Ramadan. Ternyata ada alasan logis yang menjadikan ngabuburit sebuah tradisi di bulan suci. Yuk simak ulasan berikut!

Suasana yang Berbeda Dengan Bulan Lain

Suasana sore hari menjelang berbuka yang ramai menjadikan bulan Ramadan berbeda dengan bulan lain. Seakan semua ikut bersuka cita melaksanakan ngabuburit.

Mengukir Kerinduan di Bulan Ramadan

Ngabuburit menjadi keindahan yang selalu dirindukan di bulan Ramadan. Katanya sih Ramadan nggak sempurna tanpa ngabuburit. Haha.

Mengisi Kegabutan di Sore Hari

Beberapa orang bosan dengan aktivitas sore hari menjelang berbuka yang hanya nonton TV atau berdiam diri. Nah, daripada bosan mending keluar buat ngabuburit ke tempat ramai. Karena itu bisa menghilangkan rasa bosan kamu dan meningkatkan mood kamu.

Mempercepat Waktu

Dengan melakukan hal-hal yang kamu sukai, waktu yang terlewat nggak bakal terasa. Kamu bisa melakukan hal yang kamu inginkan di sore hari menjelang buka puasa dengan ngabuburit. Nggak perlu jauh-jauh, cukup dengan berkeliling kompleks rumah saja.

Refreshing Setelah Beraktivitas

Puasa bukan berarti kamu berhenti beraktivitas. Kamu tetap harus bekerja dan bersekolah seperti hari-hari biasanya. Dan setelah itu kamu bisa refreshing dengan ngabuburit untuk menghilangkan penat seharian.

Nggak cuma dengan jalan-jalan, ngabuburit juga bisa kamu lakukan dengan tadarus Quran ya. Yuk ngabuburit! (IB30/E05)