5 Alasan Menikah Bukan Solusi Singkirkan Rasa Galau

5 Alasan Menikah Bukan Solusi Singkirkan Rasa Galau
Ilustrasi: Menikah nggak selalu jadi solusi kegalauan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Kamu mungkin pernah berpikir bahwa semua kegalauan yang kamu rasakan bersumber pada satu hal yakni kesendirian. Kamu pun menganggap semua ini akan musnah jika menemukan belahan jiwa dan menikah. Tapi hal tersebut nggak selamanya benar lo. Berikut ini alasan menikah bukan jawaban atas kegalauan yang menderamu.

Inibaru.id - Paham deh kalau sendirian itu nggak enak dan gampang merasa iri pada orang lain yang berpasangan. Sampai-sampai kalimat "truk aja gandengan, masa kamu nggak" menjadi kalimat sindiran paling menyakitkan buatmu. Yap, kamu menumpahkan semua kekesalan pada nasib dan bertanya-tanya di mana jodohmu.

Kamu menganggap semua penderitaanmu bakal usai setelah menikah nanti. Tapi tunggu, Millens. Menikah nggak selalu menjadi solusi untuk setiap masalahmu. Mau tahu kenapa?

1. Solusi Tiap Masalah Nggak Sama

Menikah nggak selalu jadi solusi setiap permasalahanmu. (magic4walls)
Menikah nggak selalu jadi solusi setiap permasalahanmu. (magic4walls)

Kalau ada temanmu yang mengatakan "apa pun masalahnya, menikah solusinya", jangan buru-buru percaya. Coba tengok temanmu yang sudah menikah, apa mereka sudah bebas dari rasa galau? Nggak, kan? Artinya, rasa galau bisa tetap menyerang siapa pun tanpa memandang status pernikahan.

Cobalah memikirkan solusi yang cocok misalnya, kamu galau karena karier stuck di situ-situ saja. Kamu bisa mencari jalan lain seperti meminta promosi atau resign untuk mendirikan usaha sendiri. 

2. Menikah Bukan Berarti Bebas Masalah

Menikah bukan berarti kamu terbebas dari rasa galau. (unsplash/fuuj)
Menikah bukan berarti kamu terbebas dari rasa galau. (unsplash/fuuj)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa menikah bukan berarti bikin rasa galau kapok datang. Dia bakal tetap muncul dalam jenis lain seperti galau istri sakit, galau dimusuhi mertua, galau anak nakal, galau uang belanja kurang, dan masih banyak lagi. 

Kalau kamu berencana menikah cuma untuk terbebas dari rasa galau, coba deh pikir lagi baik-baik. Lebih baik, matangkan dulu kepribadianmu biar kuat menghadapi cobaan rumah tangga nanti.

3. Kesedihan dan Kegalauan adalah Bagian dari Hidup

Nggak ada orang yang bebas dari masalah selama masih hidup. (i.huffpost)
Nggak ada orang yang bebas dari masalah selama masih hidup. (i.huffpost)

Nggak ada rumusnya menikah bisa menyingkirkan semua persoalan. Masalah muncul karena kamu masih hidup di dunia. Artinya dia akan terus mengitarimu setiap saat.

Nggak perlu khawatir berlebihan karena kamu bukan satu-satunya orang yang mengalaminya. Semua makhluk yang hidup mengalaminya. Yang paling penting adalah nggak putus asa dan mengambil jalan pintas.

4. Banyak Pilihan dalam Hidup

Ada banyak jalan yang bisa kamu tempuh untuk menyelesaikan masalah. (az616578.vo.msecnd.net)
Ada banyak jalan yang bisa kamu tempuh untuk menyelesaikan masalah. (az616578.vo.msecnd.net)

Sebenarnya nggak apa-apa sih kalau kamu merasa solusi terbaik dari masalahmu adalah menikah. Tapi kamu harus ingat dalam hidup ada begitu banyak pilihan. Meski beberapa di antaranya berbeda dari kebanyakan orang, jika kamu yakin, kenapa nggak? Toh, hidup bukan melulu menyenangkan orang lain. 

5. Tujuan Hidup Tiap Orang Berbeda

Nggak apa-apa kok kalau tujuan hidupmu beda dari orang lain. (unsplash)
Nggak apa-apa kok kalau tujuan hidupmu beda dari orang lain. (unsplash)

Nggak semua orang memiliki tujuan hidup yang sama. Bisa jadi satu temanmu hanya pengin menikah dan menjadi ibu rumah tangga sementara teman lainnya pengin mengejar karier setinggi-tingginya. Semua itu hak manusia.

Pun demikian dengan kamu. Tanyakan pada dirimu apa ambisi besarmu dan bagaimana caramu mencapainya. Bisa jadi tujuanmu bukan menikah.

Kalau sehabis membaca artikel ini kamu masih berpendapat bahwa kamu seharusnya menikah untuk menghilangkan galau di pikiran, ya sudah menikah saja. Tapi, kamu harus juga memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang lain. Jangan sampai terlanjur bikin susah anak orang ya! Hee. (Fim/IB21/E03)