5 Alasan Mengapa Sebuah Teladan Lebih Baik dari Seribu Ucapan

5 Alasan Mengapa Sebuah Teladan Lebih Baik dari Seribu Ucapan
Jadilah orang yang menginspirasi karena perbuatan, bukan sekadar perkataan. (Pixabay)

Percayalah, memberi contoh dengan tindakan lebih baik daripada mengulang-ulang nasihat tanpa pembuktian.

Inibaru.id - Orang Jawa mengenal istilah Jarkoni, yang jika diuraikan berbunyi “iso ngajar, ra isa nglakoni”. Maksudnya adalah “bisa menasehati, namun tidak bisa menerapkan sendiri apa yang dinasehatkan”. Hmmm, sering terjadi sih ya! Tapi, hal yang seperti itu nggak layak untuk dimaklumi lo, Millens!

Sudah seharusnya kamu belajar menjadi manusia bijak yang memiliki keseuaian antara tindakan dan ucapan. Sebab, tindakan yang bersifat teladan adalah hal yang baik daripada ucapan tinggi yang nggak terbukti.

Mengapa demikian? Hm, berikut jawabannya!

1. Menentukan Kredibilitas Pribadimu

Pahamilah bahwa sesungguhnya kredibilitas seseorang nggak bergantung pada retorika yang dikuasai dan penjelasan verbal yang muluk-muluk. Kredibilitas itu bergantung pada tindakan, termasuk juga kinerjamu dalam mengeksekusi sesuatu.

Eits, bukan berarti kalau orang yang pandai beretorika itu nggak kredibel ya, Millens! Orang yang demikian itu tetap memiliki kredibilitas kok. Hanya jika nggak diimbangi dengan pembuktian atas ucapannya, nggak akan berguna tutur kata yang disampaikannya. He-he.

2. Menyadari Kodrat sebagai Manusia Seutuhnya

Yap, manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Pasti pernah melakukan kesalahan sekecil apa pun. Nah, kalau kamu sudah bisa mengamini konsep tersebut, kamu pasti lebih memilih untuk menjadi observer yang diam-diam memperhatikan dan memahami keadaan sekitar. Jadi, kamu bisa lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan yang sekiranya nggak merugikan pihak mana pun.

3. Kamu Bukan Boneka yang Bisa Membahagiakan Semua Orang

Memang sudah semestinya manusia bersikap baik terhadap sesama. Namun, menjadi baik bukan berarti menjadi pihak yang mudah mengiyakan segalanya, lo! Ingat! Kamu ini bukan robot yang bisa dimintai tolong ini dan itu. Kamu juga bukan boneka yang bisa menghibur banyak orang.

Kamu harus berani bilang nggak untuk hal yang sekiranya memberatkanmu atau hanya membuang waktumu. Bukan berarti jahat, tapi kamu harus bisa menyayangi diri kamu sendiri. He-he.

4. Penghormatan dan Penghargaan itu Akan Datang dengan Sendirinya

Kamu nggak perlu mengemis untuk dihargai. Nggak usah juga capek-capek berkoar ini dan itu agar dihormati. Jika memang tindakanmu sanggup menunjukkan kepribadian serta kredibilitas yang baik, orang akan respek padamu dengan sendirinya.

5. Menjadikanmu sebagai Pribadi yang Rendah Hati

Ketika kamu mendapatkan respek dari orang lain berupa penghormatan dan penghargaan, bukan berarti kamu bisa jadi orang yang sombong! Semakin baik kepribadian seseorang, dia akan semakin bijak dalam bertindak dan santun saat bertutur.

Sampai sini paham kan, Millens? He-he. Semangat untuk jadi teladan yang baik, ya! (IB23/E05)