34 Tahun Mangkrak, Kini Bandara Ngloram Blora Kembali Aktif
Bandara Ngloram di Blora. (Antara Foto/Yusuf Nugroho)

34 Tahun Mangkrak, Kini Bandara Ngloram Blora Kembali Aktif

Sabtu (11/1/20) kemarin, Bandara Ngloram, Cepu, Blora akhirnya disinggahi pesawat terbang setelah 34 tahun dibiarkan mangkrak. Berbagai fasilitas bandara ini dijadwalkan bakal selesai dibangun pada tahun 2020 ini.

Inibaru.id – Untuk pertama kalinya dalam 34 tahun terakhir, Bandara Ngloram, Cepu, Blora disinggahi pesawat. Sabtu (11/1/20) kemarin, pesawat King Air 200GT bermesin turboprop mendarat di bandara tersebut.

Bisnis, Minggu (12/1) menulis, pendaratan perdana pesawat terbang di bandara sekitar pukul 16.30 WIB membuat warga antusias. Mereka melambaikan tangan dan mengabadikan momen tersebut lewat ponselnya.

“Senang sekali melihat pesawat mendarat di daerah kami. Ini baru kali pertama, jadi wajar masyarakat sangat antusias dan berbondong-bondong datang ke bandara untuk melihat,” ucap salah satu warga yang ikut menyaksikan pendaratan pesawat ini, Murtini.

Murtini berharap keberadaan bandara ini bisa membuat perokonomian meningkat dan memudahkan transportasi bagi masyarakat.

“Sekarang sudah komplet, mau naik kereta bisa, bus bisa, pesawat juga bisa. Senang sekali rasanya,” ungkapnya.

Sebenarnya, Bandara Ngloram sudah dibangun sejak 1980. Hanya saja, setelahnya bandara ini sempat mangkrak dan nggak digunakan. Landasan pacu bandara bahkan dialihfungsikan warga menjadi tempat menjemur padi.

Mulai 2018 lalu, bandara ini kembali direnovasi. Landasan pacu pesawat yang semula hanya memiliki panjang 1.200 meter akan diperpanjang menjadi 2.600 meter. Proyek pembangunan terminal penumpang dan berbagai fasilitas lainnya juga dijadwalkan akan selesai tahun ini.

Meski sudah ada pesawat yang bisa mendarat, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Polana Pramesti menyebut bandara ini belum bisa digunakan sebagaimana bandara pada umumnya.

“Masih banyak kekurangan seperti lampu, terminal, navigasi, ATC, dan lain-lain. Mudah-mudahan akhir tahun sudah bisa dioperasikan untuk pesawat jenis ATR 72 terbatas,” terang Polana.

Rencananya, bandara ini akan langsung terintegrasi dengan jalur kereta api yang lokasinya hanya 300 meter dari Stasiun Kapuan, Cepu.

Semoga saja keberadaan bandara ini bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Blora dan sekitarnya, ya Millens! (IB09/E06)