26 Orang di Pasar Kobong Semarang Positif Covid-19, Ganjar Minta Kepala Daerah Tutup Pasar dan Mal di Jateng

26 Orang di Pasar Kobong Semarang Positif Covid-19, Ganjar Minta Kepala Daerah Tutup Pasar dan Mal di Jateng
Pasar menjadi klaster baru dalam kasus covid-19. (Inibaru.id/ Audrian F)

Setelah mendapat laporan 26 orang dari Pasar Kobong Semarang, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan kepala daerah untuk segera turun tangan. Dia juga meminta pusat-pusat keramaian jika masyarakat tetap bandel berkerumun. 

Inibaru.id - Kekhawatiran akan lonjakan kasus Covid-19 akibat keramaian di pusat-pusat perbelanjaan menjelang Lebaran terbukti sudah. Sebanyak 26 orang di Pasar Kobong Semarang dinyatakan positif Covid-19. 

Mereka yang positif tersebut nggak hanya dari Semarang tapi Demak juga. Jadi kamu bisa bayangkan bagaimana jadinya kalau mereka pulang ke daerahnya dan menyebarkannya. Ngeri banget kan?

O ya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggangap saat ini sudah memasuki masa kritis. Yang harus diwaspadai adalah Orang Tanpa Gejala (OTG).

Menurutnya, lonjakan keramaian datang dalam tiga hari terakhir. Fenomena ini membuatnya menghilangkan sikap lunak dan meminta para pemimpin daerah untuk bertindak tegas dalam memperketat protokol kesehatan.

“ Sudah ketati saja," tegas Ganjar, Jumat (22/5).

Ganjar meminta agar kepala daerah bersikap tegas. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Ganjar meminta agar kepala daerah bersikap tegas. (Inibaru.id/ Audrian F)

Nggak tanggung-tanggung, dia menginstruksikan kepala daerah untuk menutup swalayan dan pasar tradisional jika masyarakat masih bandel.

“Lebih baik tutup saja. Karena ini kondisinya sudah kritis. Banyak orang datang berbelanja karena sudah terima THR, banyak uang cash jadi ini sangat berbahaya," katanya.

Pusat perbelanjaan pun akan kena getahnya. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Pusat perbelanjaan pun akan kena getahnya. (Inibaru.id/ Audrian F)

Selain memberi instruksi untuk menutup pusat perbelanjaan, Ganjar juga nggak henti-henti menyerukan kepada pimpinan daerah agar meminta warganya untuk melaksanakan salat Idulfitri di rumah.

"Saya berharap semua mengajak yuk salat id di rumah. Lagipula Majelis Ulama Indonesia sudah memberikan guidennya. Sehingga kita akan lebih tenang," tandasnya.

Kalau begini masa pandemi bisa nggak kelar-kelar kan, Millens. Semua orang juga makin susah. Masih mau bandel? (IB28/E05)