250 Anak Muda dari 35 Negara Kumpul di Banyuwangi

Ratusan anak muda berkumpul, berdiskusi, dan membahas hal-hal kreatif. Ajang bagus untuk berbagi banyak, termasuk di bidang kebudayaan.

250 Anak Muda dari 35 Negara Kumpul di Banyuwangi
Sebagian peserta Youth Involvement Forum (YIF) di Banyuwangi, Jawa Timur, 24-26 November 2017 (Detikcom/Ardian Fanani).

Inibaru.id – Banyuwangi, Jawa Timur dipenuhi 250 anak muda dari 35 negara. Mereka berkumpul dalam acara Youth Involvement Forum (YIF), 24-26 November 2017. Dalam forum itu,  mereka berdiskusi sekaligus mengenali khazanah seni-budaya daerah di ujung timur Pulau Jawa itu.

"Kami bisa saling diskusi soal pengembangan kebudayaan, bagaimana menjadikan diplomasi kebudayaan sebagai sarana untuk mewujudkan kesepahaman global, dunia yang lebih damai dengan segala perbedaannya," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada wartawan, Sabtu (25/11/2017) seperti dilansir Detikcom.

Bupati Anas sempat memaparkan sejumlah kreativitas warga Banyuwangi, yang salah satunya terangkum dalam kegiatan Banyuwangi Festival. "Festival ini juga cara kami untuk menumbuhkan semangat gotong royong warga, jadi bukan semata-mata pariwisata. Dari ajang ini, kreativitas rakyat tumbuh, kerukunan tercipta, seni-budaya semarak, sekaligus ekonomi bergerak," jelas Anas.

Baca juga:
Gitar Ukir yang Iringi Lagu “Gitar” Ify Alyssa
Ketika Keluarga Jokowi Manortor di Ngunduh Mantu

Tak hanya itu, bupati berusia 44 tahun itu memperkenalkan sejumlah potensi dan seni-budaya Banyuwangi. Anas juga menekankan pentingnya peran kaum muda dalam pengembangan seni-budaya.

"Anak muda harus terjun mengembangkan seni-budaya. Dulu jumlah anak muda yang memahami Tari Gandrung Banyuwangi mungkin tak banyak, tapi sekarang sangat besar karena kita memperkenalkannya dengan gembira lewat balutan festival," ujarnya.

Peserta YIF ini terdiri atas 100 mahasiswa dalam dan luar negeri, 50 pengusaha muda, dan pelajar dan guru vokasi se-Indonesia. Forum yang diinisiasi oleh Indonesia Youth Forum ini menjadi salah satu bagian penting upaya memperkuat daya saing anak muda Indonesia.

"Era informasi menuntut SDM yang kreatif, inovatif dan berdaya saing. Banyuwangi kenapa kami pilih sebagai lokasi pertemuan global ini karena kami nilai sebagai daerah yang konsisten mengembangkan budaya dan ekonomi kreatif berbasis rakyat sehingga peserta bisa belajar banyak dari sini," jelas Abdul Idris, pendiri Indonesia Youth Forum.

Para peserta mengaku terkesan dengan Banyuwangi, seperti yang diungkapkan Roman Paviliux asal Ukraina. "Seni-budaya di sini berkembang bagus, kita bisa menggali banyak hal. Cocok juga sebagai destinasi wisata," ujarnya.

Baca juga:
Kampanye Tolak Kantong Plastik, Dua Remaja Bali Ini Mendapat Penghargaan di Jerman
Mahasiswa Zaman Now Perlu Pintar Berwirausaha

Peserta lainnya, Nana Fulila asal Tiongkok mengungkapkan kekagumannya atas beragam kreativitas orang Banyuwangi. "Orang Banyuwangi kreatif. Mereka harus mempertahankan tradisi seni-budaya yang kuat semacam ini. Ini menunjukkan karakter kalian," jelas Nana.

Selama di Banyuwangi, para peserta ini mengikuti forum seminar dan dilibatkan dalam focus group discussion (FGD) tentang beragam pengembangan SDM kaum muda. Selain itu, mereka juga dikenalkan beragam destinasi wisata serta mengenal kehidupan pesantren. (EBC/SA)