20 Orang Positif Covid-19 dari Klaster Warung Makan Manyung Bu Fat

20 Orang Positif Covid-19 dari Klaster Warung Makan Manyung Bu Fat
Warung makan kepala Manyung Bu Fat. (Astin Soekanto)

20 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster Warung Makan Manyung Bu Fat di Kelurahan Kerobokan, Kota Semarang. Mereka kedapatan tertular dari penjual minuman yang berada di depan tempat tersebut.

Inibaru.id – Angka penularan Covid-19 di Kota Semarang semakin meningkat. Salah satunya disebankan oleh munculnya klaster baru dari sejumlah pengunjung Warung Makan Manyung Bu Fat di Kelurahan Krobokan, Semarang Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam menyebut ada 20 orang yang positif tertular Covid-19 di Warung Kepala Manyung Bu Fat. Mereka teridentifikasi tertular dari penjual minuman yang berjualan di depan warung tersebut.

“Kami temukan klaster baru di warung makan (kepala manyung) di sana dengan penularan virus corona dari seorang penjual minuman yang berada di depan warung,” ungkap Hakam pada Jumat (11/9)

Mendapati hal tersebut, tim gugus tugas Covid-19 bersama jajaran Kelurahan Krobokan langsung menggelar uji usap (swab) di warung makan tersebut. Hasil tes dari 30 orang yang kedapatan kontak erat, ada 20 di antaranya yang positif Covid-19.

Kini mereka tengah menjalani isolasi di Rumah Dinas Wali Kota Semarang.

Ilustrasi tes usap. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Ilustrasi tes usap. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Selain itu, klaster warung makan ini juga berdampak pada tiga orang lain yang langsung dilarikan ke RS KRMT Wongsonegoro, Semarang. Salah satu yang memprihatinkan adalah seorang perempuan yang sedang dalam keadaan hamil tua.

“Yang bersangkutan harus dibawa ke rumah sakit karena hari ini (red: Jumat (11/9)) dia dapat informasi kalau sedang proses pembukaan di ketubannya,” tambah Hakam.

Sedangkan sisanya mengalami sesak napas. Hakam menambahkan bahwa hingga saat ini ada enam orang yang belum mendapatkan hasil tes. Hakam pun mengimbau pada pembeli dalam kurun waktu 14 hari yang pernah berkunjung ke warung tersebut untuk memeriksakan diri ke puskesmas guna tes usap.

Ilustrasi cuci tangan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Ilustrasi cuci tangan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Lurah Krobokan Sarno menjelaskan bahwa kini warung tersebut sudah ditutup sementara dan didisinfeksi. Begitu juga di wilayah kelurahannya yang rutin dilakukan penyemprotan disinfektan.

Sarno juga mengungkapkan bahwa di rumah makan tersebut sudah terdapat tempat cuci tangan. Sayangnya belum ada petugas yang mengarahkan. Bahkan, kadang pengunjung nggak menjaga jarak tempat duduknya.

“Di warung Bu Fat sudah dilakukan (protokol kesehatan) tapi belum sempurna, belum ada petugas dan belum menunjukkan tempat duduk yang berjarak,” ungkap Sarno.

Duh, semoga kasus penularan di tempat makan ini nggak terulang lagi ya, Millens! (Idn/IB27/E03)