16,4 Juta Keluarga di Indonesia Tidak Punya Jamban!

Ternyata masih ada banyak masyarakat yang buang air besar di sungai, kebun, sawah, atau bahkan pantai.

16,4 Juta Keluarga di Indonesia Tidak Punya Jamban!
Contoh Jamban Sehat di daerah terpencil. (Mandiri Amal Insani)

Inibaru.id – Zaenal Abidin (22) bersama dengan adik dan kedua orang tuanya mengaku masih buang air besar di sungai alih-alih membangun jamban di rumahnya yang ada di Dusun Seklotok, Kendal, Jawa Tengah. Padahal, keluarga petani ini sebenarnya tergolong mampu untuk membangun jamban.

“Keluarga saya sudah terbiasa buang air besar di sungai dan tidak ada niatan untuk bangun jamban. Apalagi jarak dari rumah ke sungai cuma 100 meter,” ungkap Zaenal sebagaimana dikutip dari Beritagar (19/11/2017).

Dusun Seklotok memang diapit oleh dua sungai, Bubak dan Gedhe. Tak hanya dijadikan sebagai penyedia air irigasi sawah, sungai ini memang sudah biasa dijadikan tempat buang air besar. Selain sungai, kebanyakan warga juga memilih untuk buang air besar di kolam ikan lele di halaman rumah. Padahal, lele ini juga nanti akan dikonsumsi oleh warga.

Baca juga:
Hingga November Tahun Ini Sudah Terjadi 2.057 Bencana
Harmonisasi 6.000 Pemusik Angklung di Bandung

Keluarga Zaenal adalah satu dari 16,4 juta keluarga di Indonesia yang masih belum memiliki jamban di rumahnya. Angka ini didapatkan dari data Survei Ekonomi dan Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2016. Memang, angka ini berkurang 15 persen dari 10 tahun lalu. Hanya saja, setidaknya 1 dari 4 keluarga di Indonesia ternyata masih belum memiliki jamban pribadi.

Data ini juga menunjukkan bahwa 10,25 persen dari 68,2 juta keluarga memilih untuk menggunakan jamban bersama dengan keluarga lain. Sebanyak 2,74 persen memilih untuk memakai jamban umum dan sisanya memilih untuk buang hajat di sungai, sawah, kebun, tanah lapang, atau bahkan pantai.

Berdasarkan provinsi, 33,1 persen keluarga di Papua masih belum memiliki jamban atau yang paling banyak di Indonesia. Di posisi berikutnya adalah Sulawesi Barat (27,25 persen) dan Sulawesi Tengah (26,09 persen). Khusus di Pulau Jawa, 26,77 persen penduduk di Jawa Timur tidak memiliki jamban pribadi. Bahkan, 2 dari 10 penduduk Jawa Timur terbiasa memakai jamban bersama dengan keluarga lain.

Baca juga:
Tahap II, Bank Dunia Kembali Pinjami Indonesia Rp 4,05 T
Terima Duit 500 Ribu Dolar AS? Ganjar: Oh, Ndak!

Kementerian Kesehatan menyebut jamban sehat sebagai jamban yang tidak mencemari lingkungan, tidak mudah dimasuki serangga, tidak berbau, dan lubang jamban sudah terkontruksi dengan baik sehingga tidak akan menyebabkan kecelakaan. Jika kita masih buang air besar sembarangan, maka kita bisa mencemari sumber mata air yang akhirnya bisa memicu wabah penyakit seperti diare atau gastro-estentris, salah satu dari 10 penyakit paling mematikan di Indonesia dan nomor 3 paling mematikan di seluruh dunia.

Pakar kesehatan Budi Laksono menyebutkan bahwa faktor utama penyebab keluarga tidak memiliki jamban adalah kesadaran keluarga. Kemudian, cukup banyak orang yang ternyata tidak memiliki dana yang cukup untuk membangun jamban. Tak hanya itu, beberapa daerah dengan iklim yang kering seperti di Nusa Tenggara Timur juga tentu akan membuat warganya enggan membangun jamban yang membutuhkan pasokan air yang melimpah.

Budi juga mengingatkan tentang faktor regulasi. Menurut dia, ada baiknya pemerintah semakin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya jamban demi mencegah datangnya berbagai penyakit berbahaya. (AW/SA)