10 Pasien Covid-19 Sembuh, Warga Kota Semarang Tetap Diminta Jangan Lengah

10 Pasien Covid-19 Sembuh, Warga Kota Semarang Tetap Diminta Jangan Lengah
Dari total pasien sembuh per 8 April, tiga di antaranya berasal dari RSUP Dokter Kariadi. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Kepala Dinas Kesehatan Semarang Abdul Hakam mengumumkan 10 pasien positif Covid-19 dari beberapa rumah sakit sembuh.

Inibaru.id - Pemerintah Kota Semarang kembali mengumumkan berita bahagia, Rabu (8/4). Sebanyak 10 pasien positif covid-19 telah dinyatakan sembuh.

Kabar ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr Abdul Hakam. Kesepuluh pasien tersebut berasal dari rumah sakit rujukan yang berbeda. Satu orang pasien dari Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang (RST), dua pasien dari Rumah Sakit Tugurejo, tiga pasien dari Rumah Sakit Dokter Kariadi (RSDK), dan empat pasien dari Rumah Sakit St. Elisabeth.

"Pagi ini ada 3 pasien positif yang sembuh dari RST, RS Tugurejo, dan RSDK, kemudian di sore hari kita mendapatkan data kembali untuk menyatakan 7 pasien lagi sembuh. Jadi total ada 10 pasien Covid-19 sembuh hari ini" jelas Hakam.

Meski terus ada asien sembuh, Abdul Hakam (kanan) dan Hendnrar Prihadi (kiri) nggak ingin masyarakat lengah terhadap corona. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Meski terus ada asien sembuh, Abdul Hakam (kanan) dan Hendnrar Prihadi (kiri) nggak ingin masyarakat lengah terhadap corona. (Inibaru.id/ Audrian F)

Dengan adanya kabar tersebut, sampai saat ini total pasien positif Covid-19 yang sembuh di Kota Semarang berjumlah 17. Waktu kesembuhan pasien tersebut diumumkan dalam rentang waktu 8 hari sejak diumumkannya pasien yang sembuh di RSUD KRMT Wongsonegoro.

Di sisi lain, hingga saat ini juga tercatat 21 dari 54 pasien positif Covid-19 yang kondisinya membaik. Mereka tinggal menunggu hasil swab test negatif sekali lagi untuk benar-benar dinyatakan sembuh.

Meskipun mendapat kabar bahagia, Wali Kota Semarang nggak mau jemawa. Dia nggak ingin berita kesembuhan ini dijadikan alasan masyarakat untuk meremehkan physical distancing.

“Justru harus diyakini kalau momentum harus jadi lebih tertib, supaya mata rantai Covid-19 dapat semakin cepat diputus," tegasnya.

Bahagia boleh, tapi jangan sampai nggak mengindahkan imbauan pemerintah. Tetap jaga diri ya, Millens. (IB28/E05)