Palapa dan Digitalisasi Kupang di Semua Bidang

Kupang, pusat kota di Provinsi NTT itu semakin maju dengan digitalisasinya. Akses internet merambah di mana-mana, mulai dari perekonomian, pendidikan, dan wisata. Semua ini berkat 

Inibaru.id - Kupang, sebagai ibukota Nusa Tenggara Timur bisa dikatakan sebagai jantung provinsi. Selain pusat ekonomi, Kupang juga pusat dari lalu lintas baik penerbangan maupun penyeberangan.

Menjadi kota sentral berarti juga harus punya ketersediaan infrastruktur terutama dalam jaringan komunikasi dan koneksi internet. Untuk itu, Tim Bakti Untuk Negeri Ekspedisi Nusa Tenggara Timur bakal menyusuri Kota Kupang untuk mengetahui sejauh mana pembangunan infrastruktur teknologi dan informasi.

Salah satu sektor yang menyokong perekonomian Kupang adalah peternakan. Jadi, tempat pertama yang pengin Tim kunjungi adalah Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang. Di tempat inilah para peternak mendapat pelatihan secara berkala mengenai cara beternak yang efisien. Hasil akhirnya diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Kupang. 

Bambang Haryanto, selaku kepala BBPP membeberkan kalau aksesibilitas internet telah banyak membantu pelatihan peternak yang ditiadakan karena pandemi Covid-19.

“Intinya kami lebih ada efisiensi. Kalau dulu waktu offline kan kami harus mendatangkan para peternak, menyediakan tidur, makan, belum tiketnya bolak-balik. Sekarang lewat online saja, dari mana pun bisa mengikuti,” ujarnya.

Hm, penjelasan Kepala BBPP tadi menunjukkan bahwa pembangunan jaringan internet dan komunikasi ini berarti banyak. Peternakan, sektor yang vital di Kupang telah bersanding dengan digitalisasi dan komunikasi jaringan internet. Pelatihan bahkan bisa menjangkau ratusan bahkan ribuan peternak.

Cukup mengunggah video pelatihan, para peternak dapat belajar. Langkah ini memicu optimisme masa depan peternakan di sana.

Semua itu nggak lepas dari pembangunan Palapa Ring dari Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Pembangunan ini melintang di sepanjang Sabu-Baa-Kupang-Alor.  Begitu kata Kepala Dinas Kominfo NTT Aba Mulaka.

“Untuk menambahnya kami sudah mengusulkan kepada Kementerian Kominfo target internet 314 unit BTS, tersebar di 21 Kabupaten dan 1943 lokasi akses internet. Untuk kualitas agar 2G meningkat  ke 4G,” ujarnya.

Akses internet juga dirasakan oleh salah satu sekolah unggulan yaitu SMA Negeri 5 Kupang. Pandemi membuat sekolah ini tampak sepi saat didatangi oleh Tim Ekspedisi. Yap, proses pembelajaran dialihkan secara online.

Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Kupang Veronica Wawo menuturkan semenjak dialihkan secara online sebetulnya guru-guru di sekolahnya memiliki beberapa kelebihan. Yakni dalam sekali mengajar bisa menangani beberapa tingkat kelas dalam satu waktu. Beda halnya kalau dilaksanakan secara langsung.

“Untuk kuota internet kami memakai Dana Bos. Namun untuk waktu tertentu saja seperti Ujian Akhir atau Mid Semester. Selebihnya anak-anak mendapat bantuan dari Pemerintah,” katanya.

Beranjak dari sekolah, ada juga UMKM yang banyak terbantu dari penggunaan aksesibilitas internet. Ialah Esther, sang pemilik Pusat Kerajinan Tenun di Kupang. Dia menggunakan sejumlah media sosial untuk mempromosikan dagangannya.

“Saya pakai Instagram, Facebook, Shopee, Bukalapak, dan Tokopedia. Adminnya pun saya sendiri,” jelasnya.

Selama memanfaatkan ­e-commerce­ untuk berdagang, pendapatan Esther bisa mencapai 10 sampai 15 juta. Esther sekaligus jadi menyadarkan kita semua bahwa beradaptasi dengan kemajuan zaman patut dilakukan siapa saja.

Selain UMKM ada juga dari segi pariwisata. Martinus, pengusaha travel, juga banyak terbantu dengan adanya promosi melalui jejaring sosial.

“Saya pakai website untuk promosi beberapa objek kami. Sosial media juga nggak ketinggalan,” ujarnya.

Kupang seakan membuka mata banyak orang bahwa kecepatan akses informasi dan internet menjadi aspek penting dalam sektor, pendidikan, ekonomi, maupun wisata. Setuju banget jika semua itu adalah aspek penting dari pembangunan daerah. Menurutmu gimana, Millens. (IB28/E05)