Mentari yang Ingin Terus Menari Rote untuk Tanah Nusa Lontar

Menthary, penari muda asal Kabupaten Rote Ndao memanfaatkan internet untuk mempromosikan tarian asli Rote. Berawal dari iseng, kini dirinya pengin Tari Rote dikenal dunia.

Inibaru.id – Tarian Rote merupakan salah satu budaya asli Rote, Nusa Tenggara Timur. Kini tarian ini kerap muncul dalam acara nasional maupun internasional. Salah seorang penari yang hingga kini masih aktif yaitu Lerthy Menthary Suek. Dia berasal Kabupaten Rote Ndao.

Nggak cuma menari, perempuan yang akrab disapa Tari ini juga aktif mempromosikan tarian Rote lewat media sosial. Sejak kelas 4 SD, dia telah aktif aktif menari. Namun, gadis murah senyum itu mulai menyeriusi tarian tradisional di daerahnya itu sewaktu memasuki SMA.

Kendati sudah mengenal Tari Rote sejak SD, menari bukanlah keinginan awalnya. Keputusan nyemplung ke dunia tari bahkan dimulai dengan ketidaksengajaan.

“Iya, tidak sengaja, karena harus mewakili lomba," buka Tari, mengenang lomba menari yang diikutinya pada 2012. "Tapi keputusan ikut sanggar adalah keputusan sendiri.”

Keikutsertaan pada lomba sekitar sewindu lalu itu pun kemudian menuntunnya untuk turut serta dalam lomba tari tingkat kecamatan, lalu kabupaten. Dia juga pernah tampil dalam Hari Aksara Internasional dan Pembukaan Wonderful Indonesia pada 2013 yang selalu dikenangnya.

“Yang pasti (saat menari di) Wonderful, karena pertama kali di panggung yang besar dan keluar dari NTT, jadi akan diingat terus” ujar Tari.

Semangat Lestarikan Budaya

Kini, Tari ingin terus menari. Perempuan yang mengaku pe-de menari setelah menang lomba menari di gereja setempat ini pengin turut melestarikan budaya di tempatnya. Menurutnya, menari membuatnya dilihat generasi muda yang mulai abai budaya sendiri.

Dengan perantara Youtube, berbekal tripot dan ponsel sederhana, dia merekam aktivitas menari Tarian Rote agar tersiar ke seluruh dunia. Tari yakin, dengan cara itu, masyarakat akan bisa mengenal tarian di daerahnya.

Semangat menari ini tentu saja sangat terbantu dengan akses internet di tempat tinggalnya yang kian mudah sekarang. Dulu, ungkapnya, perlu usaha ekstra untuk dapat berkomunikasi. Kemudahan internet baru diperolehnya sekitar 2014-2015.

“Orang-orang (di tempatnya) sekarang sudah aktif menggunakan sosmed,” jelasnya.

Hal ini diamini Bupati Rote Ndao Paulina Haning Buluu. Menurutnya, program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dari Kemenkominfo cukup memengaruhi promosi budaya di kabupatennya tersebut.

“Sudah dua tahun ada BAKTI memang cukup memengaruhi di dalam promosi tarian, bersyukur anak-anak yang punya bakat ditampung di sanggar dan lebih aktif mengembangkan bakat mereka sebagai penari,” ungkap Paulina.

Tari sadar, lingkungannya turut memengaruhi kesukaannya dalam menari. Untuk itu, dia berkomitmen untuk menjadi salah satu orang yang akan terus menari agar dapat memengaruhi orang-orang di sekitarnya.

“Untuk itu saya ingin menjadi salah satu orang yang terus menari agar dilihat, agar anak-anak di daerah sini juga suka dengan tarian daerah,” tutupnya.

Internet terbukti memberikan dampak yang positif jika digunakan dengan bijak. Buktinya, keberadaan internet di Kabupaten Rote Ndao membuat budaya eksotis mereka semakin di kenal oleh masyarakat luas. Kamu setuju, Millens? (IB27/E03)