inibaru indonesia logo
Beranda
Foto Esai
Minggu, 18 Okt 2020 09:00
Lumbung Sedekah Pangan dan Aksi Emak-Emak Kota Semarang Berbagi Rezeki
Penulis:
Triawanda
Triawanda
Bagikan:
Setiap Jumat mulai pukul 07.00 WIB kumpulan ibu-ibu PKK ini akan mulai menaruh sedekah pangan di pinggir gang.<br>
Senyum semringah selalu terpancar di wajah mereka.<br>
Satu kantong&nbsp; plastik berisi banyak bahan panganan.<br>
Semua ditata dengan rapi dan berurutan.<br>
Penerima sedekah harus meletakkan sandal mereka sebagai bukti antrean.<br>
Saat mengantre, mereka tetap menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan mejaga jarak.<br>
Mereka akan berjemur beberapa saat sambil mendengarkan imbauan dari pihak kelurahan.<br>
Sukarelawan ACT akan membantu dalam proses pembagian sedekah pangan.<br>
Bu Yuli, salah satu penerima bantuan yang merasa sangat bersyukur.<br>
Aksi ini sangat membantu warga yang tidak mampu, terutama mereka yang kehilangan pendapatan karena wabah Covid-19.<br>

Para ibu di Pendrikan Kidul, Semarang Tengah, Kota Semarang, punya cara sendiri berbagi rezeki. Bekerja sama dengan ACT, mereka membentuk Lumbung Sedekah Pangan, semacam wadah menampung bahan pangan yang nantinya dibagikan ke masyarakat secara gratis.

Inibaru.id - Nggak ada yang menduga pandemi Covid-19 bakal berlarut-larut hingga sekarang. Banyak usaha yang tumbang, orang-orang dirumahkan, dan nggak sedikit yang sulit makan. Namun, ibarat dualisme, selalu ada orang baik yang juga bermunculan, salah satunya kelompok emak-emak di Pendrikan Kidul, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Setiap Jumat, para ibu di kampung tersebut sukarela meletakkan bungkusan berisikan sejumlah bahan pangan yang dibagikan gratis. Lumbung Sedekah Pangan namanya. Sejak pagi, bahan-bahan berupa susu, buah, sayuran, daging, dan telur, itu sudah disediakan berderet di salah satu gang di kampung itu.

Setiap bungkusan sedekah pangan ini boleh diambil siapa saja, tapi hanya satu kantong per warga. Namun, tentu saja ini cukup membantu kebutuhan dapur agar tetap mengebul selama beberapa hari. Ibarat oase di tengah gurun pasir, nggak sedikit warga terdampak pandemi yang mengaku terbantu.

Salah satunya adalah Yuli, nenek 72 tahun beranak tiga yang kini tinggal seorang diri. Ketiga anaknya sudah menikah dan tinggal di lokasi berbeda. Dia kini tinggal di rumah bersama para mahasiswa yang ngekos di tempatnya.

Sebelum pandemi, Yuli baik-baik saja karena punya pemasukan dari uang sewa kos. Namun, kondisi ini berbalik memburuk saat semua penghuni kos memutuskan keluar karena kuliah dilakukan dengan daring.

"Saya nggak malu harus menerima sedekah dari orang lain. Mau gimana lagi, saya harus bertahan hidup," ungkap Yuli yang mengaku bersyukur ada Lumbung Sedekah Pangan hasil inisiasi para ibu PKK di Pendrikan Kidul dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) ini.

Yap, nggak ada yang bakal menganggap para penerima bantuan sebagai sosok yang memalukan. Kita nggak pernah tahu kapan akan minta bantuan dan kapan memberi bantuan. Bertahanlah, Millens! (Triawanda Tirta Aditya/E03)

inibaru indonesia logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Social Media

Copyright © 2024 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved